Hari Jadi Desa Cibanteng Ke 48, Pawai Dongdang Hingga Wayang Golek  ‎


CIAMPEA – Pemerintah Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor merayakan Hari Jadi Desa yang ke-48 tahun yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026. Momen istimewa ini bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila serta Hari Jadi Kabupaten Bogor yang ke-544.

‎Perayaan ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang meriah, mulai dari senam bersama, jalan sehat, karnaval arak-arakan gunungan atau yang juga disebut dongdang, acara rebutan gunungan dan tumpeng, hingga pertunjukan kesenian termasuk seni Sunda Pongdot.

Sebagai puncak acara, digelar pagelaran wayang golek yang dibawakan oleh dalang Opang Saputra dan berlangsung selama satu hari satu malam penuh.

‎Kepala Desa Cibanteng, Warso, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi desa ini bertujuan untuk melestarikan serta memperkenalkan sejarah dan profil desa kepada generasi muda, agar anak cucu di masa mendatang mengetahui perjalanan desa yang sudah berdiri sejak 48 tahun yang lalu. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah berkumpulnya seluruh warga untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama.

‎“Semoga wilayah kita ini senantiasa subur, makmur, aman, tenteram, dan damai. Kami juga berharap semangat persatuan, kesatuan, dan gotong royong di antara warga semakin kuat dan terus ditingkatkan,” ujar Warso.

‎Ia pun mendoakan agar Desa Cibanteng ke depannya semakin maju, jaya, dan seluruh warganya dapat hidup dalam kemakmuran. Ia juga menyampaikan informasi sejarah desa, bahwa Desa Cibanteng awalnya merupakan pemekaran dari Desa Cihideung Ilir yang terjadi pada tahun 1978.

“Alhamdulillah, Kepala Desa pertama kami, Bapak Isak Sanjaya, hingga saat ini masih diberikan kesehatan dan bisa hadir serta menyaksikan perayaan hari jadi desa kita kali ini,” tambahnya.

 

‎Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Tuheri Ahmad, menyampaikan rasa bangganya atas kekompakan dan partisipasi seluruh warga dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia juga menegaskan bahwa perayaan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi Kabupaten Bogor ke-544.

‎Menurut Tuheri, salah satu kegiatan yang paling bermakna adalah karnaval hasil bumi atau dongdang. “Kami laksanakan ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia kesuburan tanah dan limpahan hasil bumi yang selalu diberikan kepada wilayah desa kita ini,” jelasnya.

‎Pagelaran wayang golek yang menjadi penutup acara juga memiliki tujuan mulia, yaitu untuk melestarikan budaya leluhur khas masyarakat Sunda. Hal ini dinilai sangat penting mengingat saat ini banyak generasi muda yang mulai jarang mengenal dan menggemari warisan budaya tersebut.

‎“Kami menggelar pertunjukan ini agar budaya nenek moyang kita tidak hilang dan tergerus zaman, serta supaya anak-anak muda kita pun mau belajar, mengenal, dan menyukai kesenian tradisional ini,” tegas Tuheri.

‎Ia pun menyampaikan harapan besarnya agar ke depannya Desa Cibanteng menjadi desa yang lebih baik dan lebih maju, dengan warga yang semakin disiplin, religius, serta selalu menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong.

‎Uniknya, seluruh biaya penyelenggaraan kegiatan ini sepenuhnya bersumber dari swadaya masyarakat, tanpa bantuan anggaran dari pihak luar. Hal ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab warga untuk membangun dan memajukan desa tercinta.

The post Hari Jadi Desa Cibanteng Ke 48, Pawai Dongdang Hingga Wayang Golek  ‎ first appeared on Bogor Ku.

Pos terkait