Ilkom UMB dan PT Penta Arena Nusantara Teken MoU, Perkuat Kompetensi Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Bandung — Momentum serah terima jabatan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Bandung menjadi ajang penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan industri. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Penta Arena Nusantara dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas pendidikan dan kebutuhan industri.

Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan serah terima jabatan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi dari Dra. Euis Puspitasari selaku ketua prodi sebelumnya kepada Agung Tirta Wibawa, S.Sos., M.Ag., yang kini resmi mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi yang baru.

Dalam pidato perdananya, Agung Tirta Wibawa menyampaikan komitmennya untuk membawa Program Studi Ilmu Komunikasi menuju capaian akreditasi unggul. Ia menegaskan bahwa penguatan kualitas akademik, relevansi kurikulum, serta konektivitas dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama kepemimpinannya.

“Ke depan, kami memiliki visi agar Ilmu Komunikasi menjadi program studi yang berakreditasi unggul. Tidak hanya itu, saya juga akan membentuk BUMP (Badan Usaha Milik Prodi) sebagai wadah pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus ruang implementasi dari tagline kampus technopreneurial sebagai prodi yang memiliki ruang pengembangan bisnis” ujar Agung dalam sambutannya.

Penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Penta Arena Nusantara menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung visi tersebut. Kerja sama ini diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, program magang industri, penguatan ekosistem media dan komunikasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Direktur PT Penta Arena Nusantara, Zulfikar Hubullah, menegaskan pentingnya hubungan erat antara dunia pendidikan tinggi dan sektor industri di tengah dinamika ekonomi global yang berubah cepat.

Menurutnya, kampus dan industri tidak dapat berjalan sendiri-sendiri karena tantangan zaman menuntut adanya keselarasan antara kebutuhan pasar kerja dengan kompetensi lulusan.

“Industri dan kampus harus berjalan beriringan, tidak boleh masing-masing. Realitanya perubahan begitu cepat. Kampus harus mampu membaca kebutuhan industri agar lulusan yang dihasilkan benar-benar relevan,” ujar Zulfikar.

Dalam sambutannya, ia juga menyinggung kondisi ekonomi global, termasuk nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang menembus angka Rp18 ribu, yang dinilai akan memberi dampak terhadap berbagai sektor industri di Indonesia.

“hari ini nilai tukar dolar terhadap rupiah tembus 18 rb, hampir semua sektor industri akan terdampak. Karena itu, kampus harus menyiapkan SDM yang relevan, adaptif, dan siap berhadapan langsung dengan tantangan industri,” pungkasnya.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, PT Penta Arena Nusantara dan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung berharap dapat membangun ekosistem kolaboratif yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan menjawab kebutuhan industri masa depan. *

Pos terkait