
TASIKMALAYA – Meningkatnya jumlah pasien gangguan kejiwaan di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya menjadi perhatian kalangan pegiat sosial. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal bahwa tekanan ekonomi dan persoalan sosial mulai berdampak serius terhadap kesehatan mental masyarakat.
Direktur Taman Jingga, Ipa Zumrotul Falihah, menilai ketidakstabilan ekonomi membuat sebagian masyarakat mengalami tekanan psikologis yang berujung pada gangguan mental. Menurutnya, beban memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mendorong sebagian warga mencari jalan pintas untuk memperoleh penghasilan.
Salah satu fenomena yang disorot adalah maraknya praktik judi online dan pinjaman online ilegal. Kedua hal tersebut, kata Ipa, kerap menjadi awal munculnya persoalan psikologis akibat lilitan utang yang berujung depresi.
“Judol dan pinjol ini menjadi mata rantai baru. Alih-alih menjadi solusi, justru banyak masyarakat yang terjerat utang hingga mengalami depresi berat,” ujar Ipa, (26/6/2026).
Selain faktor ekonomi, Ipa juga menilai rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mental menjadi persoalan serius. Masih banyak warga yang menganggap konsultasi ke psikolog maupun psikiater sebagai hal yang tabu sehingga penanganan baru dilakukan ketika kondisi pasien sudah memburuk.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi dalam membangun ketahanan keluarga sejak sebelum menikah. Menurutnya, hubungan keluarga yang kurang harmonis dapat memperburuk kondisi psikologis anggota keluarga dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.
BACA JUGA : Anak Berhadapan dengan Hukum Kini Lulus SMA, Kisah Arul Binaan Polres Tasikmalaya yang Bercita-cita Jadi Polisi
Di sisi lain, Ipa menilai fasilitas pelayanan kesehatan jiwa di Kota Tasikmalaya masih perlu diperkuat. Ia menyebut RSUD dr. Soekardjo belum memiliki bangsal kejiwaan yang memadai untuk menangani pasien yang membutuhkan perawatan khusus.
“Di RSUD dr. Soekardjo sendiri belum ada bangsal khusus kejiwaan yang representatif untuk penanganan pasien isolasi,” katanya.
Pengalaman mendampingi korban kekerasan seksual juga menjadi perhatian Taman Jingga. Ipa mengungkapkan, timnya pernah mendapati korban harus menunggu di Instalasi Gawat Darurat (UGD) karena keterbatasan ruang perawatan.
Berkaca dari kondisi tersebut, ia mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya menghadirkan layanan psikolog di setiap Puskesmas agar masyarakat dapat memperoleh pendampingan sejak dini sebelum kondisi gangguan mental semakin berat.
Taman Jingga yang berkantor di Jalan Martadinata Nomor 18, Kota Tasikmalaya, selama ini memberikan layanan pendampingan bagi penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), termasuk konseling dan hipnoterapi tanpa dipungut biaya sebagai upaya pemulihan trauma.
Menurut Ipa, persoalan kesehatan mental tidak bisa lagi dipandang sebagai isu sampingan. Ia berharap pemerintah daerah menjadikan penguatan layanan kesehatan jiwa sebagai salah satu prioritas agar lonjakan pasien gangguan kejiwaan dapat dicegah sejak dini.
“Isu ini tidak boleh disepelekan. Pemerintah harus menjadi motor penggerak dalam mitigasi lonjakan pasien gangguan kejiwaan di RSUD dr. Soekardjo,” tutupnya. (LS)
The post Lonjakan Pasien Gangguan Jiwa di RSUD dr. Soekardjo Jadi Sorotan, Aktivis Minta Pemkot Tasikmalaya Perkuat Layanan Kesehatan Mental first appeared on Tasikmalaya Ku.

















