
SUKABUMI – Edukasi kepada keluarga dan pelajar dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka pernikahan anak di Kabupaten Sukabumi. Karena itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi terus mengintensifkan berbagai program penyuluhan sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, mengatakan pernikahan anak bukan hanya persoalan usia, tetapi juga menyangkut kesiapan fisik, mental, pendidikan, hingga kondisi ekonomi seseorang.
“Seminar ini sangat selaras dengan program kami. DPPKB terus melakukan edukasi kepada keluarga dan pelajar agar memahami dampak pernikahan anak serta pentingnya mempersiapkan masa depan secara matang,” ujar Eka saat mengikuti Seminar Pencegahan Pernikahan Anak yang digelar PKK Pokja I di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga:DPPKB Kabupaten Sukabumi Ajak Pelajar Rencanakan Masa Depan, Cegah Pernikahan Anak
Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai risiko pernikahan usia anak harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki perencanaan hidup yang lebih matang sebelum membangun rumah tangga.
Untuk mendukung upaya tersebut, DPPKB menjalankan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di berbagai satuan pendidikan. Program itu menjadi media edukasi bagi pelajar mengenai kependudukan, kesehatan reproduksi, hingga pentingnya merancang masa depan.
Selain menyasar kalangan pelajar, DPPKB juga terus memperkuat peran keluarga melalui berbagai kegiatan penyuluhan. Orang tua dinilai memiliki posisi strategis dalam mendampingi anak agar tidak terburu-buru mengambil keputusan menikah di usia dini.
“Kami ingin anak-anak memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan, mempersiapkan masa depan, dan membangun keluarga ketika sudah siap secara fisik, mental, maupun ekonomi,” katanya.
Baca Juga: Keputusan Wasit Jadi Perbincangan Usai Argentina Kalahkan Inggris 2-1
Eka menambahkan, upaya pencegahan pernikahan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Oleh sebab itu, DPPKB terus bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kementerian Agama, serta organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan edukasi.
Ia optimistis kolaborasi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap penurunan angka pernikahan anak di Kabupaten Sukabumi.
“Dengan sinergi seluruh pihak, kami berharap angka pernikahan anak di Kabupaten Sukabumi terus menurun sehingga lahir generasi yang sehat, berkualitas, dan mampu menjadi modal pembangunan daerah di masa depan,” pungkasnya.
The post Kepala DPPKB Sukabumi: Edukasi Jadi Kunci Cegah Pernikahan Anak first appeared on Sukabumi Ku.

















