
Bogorku. id – DRAMAGA — Puluhan siswa beserta seorang guru di wilayah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, dilaporkan diduga mengalami keracunan makanan pada Kamis (7/8/2026).
Sebanyak 24 orang yang mengalami keluhan mual dan muntah dilarikan ke Puskesmas Dramaga untuk mendapatkan penanganan medis dan pemantauan.
Kondisi pasien sudah mulai membaik, Satu orang diizinkan pulang, dua orang masih di observasi di rumahnya dan 21 orang masih dalam perawatan di Puskesmas Ciherang .
Untuk memastikan kondisi pasien, Camat Dramaga, Kepala Desa Ciherang, Dinas Kesehatan dan Anggota DPRD Kabupaten Bogor menijau langsung kondisi pasien yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Ciherang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Irman Gapur, menjelaskan bahwa hingga saat ini 24 orang menjalani observasi di Puskesmas Ciherang.
Secara umum kondisi korban sudah membaik, namun masih ada satu orang yang tetap bergejala mual dan muntah. Satu orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik dan dua orang lagi di observasi di rumahnya.
Berdasarkan keterangan korban, gejala muncul setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan pada siang hari di sekolah.
”Mereka yang diduga mengalami keracunan makanan berasal dari beberapa sekolah diantaranya SDN Ciherang 01 ada 19 siswa, SDN Ciherang 02 ada 1 siswa, SD IT Darul Hijri ada 2 siswa. Lalu, ada 1 orang guru dan 1 warga dari Posyandu, ” ujarnya .
Jenis makanan dan penelusuran sumber makanan yang dikonsumsi berupa nasi putih, telur balado, tempe goreng, tumis wortel-jagung-brokoli, dan buah anggur. Sampel makanan telah diamankan dan dikirim ke laboratorium untuk diuji. Hasil diperkirakan keluar dalam 2–3 hari.
Sementara itu, penyedia makanan diduga beroperasi di sekitar SPPG Ciherang 02. Saat ini Puskesmas Dramaga telah 24 jam dan petugas piket bergilir.
”Pemerintah Kecamatan Dramaga bersama unsur terkait telah menghimbau para Ketua RT, RW, dan Kepala Desa untuk menyampaikan informasi kepada warga. Jika ada warga yang mengalami gejala mual, pusing, atau mencret, segera dibawa ke Puskesmas Dramaga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto, menyampaikan apresiasi atas penanganan cepat pihak Pemdes, petugas Puskesmas, Kecamatan dan Dinkes dalam penanganan cepat dalam membantu anak-anak yang diduga mengalami keracunan .
”Jika hasil laboratorium terbukti makanan dari dapur penyebab keracunan, maka sanksi tegas sesuai prosedur harus dijatuhkan. Pengawasan ke depan harus diperketat dan SOP diperbaiki agar peristiwa serupa tidak terulang,” tegasnya.
Untuk aktifitas belajar seharusnya tetap berjalan dikarenakan ada peristiwa ini.
Tentunya Dinas Pendidikan diminta segera memberikan kebijakan yang tepat, khusus sekolah yang mengalami peristiwa ini.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor terus memantau perkembangan kondisi pasien dan menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan langkah selanjutnya.
The post Dugaan Keracunan Makanan di Dramaga, 21 Orang Dirawat Di Puskemas Ciherang first appeared on Bogor Ku.

















