BANDUNG — Pemerintah Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, untuk pertama kalinya menggelar upacara bendera secara mandiri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Sebelumnya, upacara peringatan HUT Kemerdekaan biasanya dilaksanakan secara bersama-sama dengan desa-desa lain se-Kecamatan Bojongsoang. Namun, pada peringatan HUT ke-81 RI tahun ini, Pemerintah Desa Lengkong menggelar upacara secara mandiri dengan melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Lengkong.
Pelaksanaan upacara berlangsung penuh khidmat meskipun kondisi lapangan cukup memprihatinkan. Hujan yang mengguyur wilayah Desa Lengkong sepanjang malam membuat lapangan upacara menjadi becek dan berlumpur.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat. Tokoh masyarakat dan warga dari 18 RW tetap hadir dan mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh antusias.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala Desa Lengkong, sedangkan Komandan Banser Kabupaten Bandung, Indra Meirwanda, dipercaya sebagai pemimpin upacara.
Dalam rangkaian upacara, Bhabinkamtibmas Desa Lengkong, Aiptu Syaiful Anwar, bertugas membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sementara Babinsa, Sertu Fatchuroman, bertugas sebagai pembaca teks Pancasila.
Doa dipimpin oleh Asep Bahrul Mutakin dari Dewan Masjid Indonesia (DMI). Adapun prosesi pengibaran Sang Merah Putih dilaksanakan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) dari PKS SMPN 1 Dayeuhkolot.
Kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI tidak berhenti pada pelaksanaan upacara. Warga dari 18 RW turut memeriahkan kegiatan dengan berbagai kreativitas, termasuk mengenakan beragam kostum karnaval yan menampilkan semangat, kekompakan, dan kreativitas masyarakat.

Suasana semakin meriah ketika warga dari berbagai RW hadir dengan kostum dan tema yang beragam. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri dalam peringatan kemerdekaan sekaligus memperlihatkan kuatnya rasa kebersamaan antarwarga Desa Lengkong.
Meski harus mengikuti upacara di atas lapangan yang becek dan berlumpur akibat hujan semalaman, para peserta tetap berdiri tegak dan mengikuti prosesi dengan tertib hingga selesai. Kondisi tersebut justru menjadi simbol bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak mudah luntur oleh keadaan.

Bagi Pemerintah Desa Lengkong, pelaksanaan upacara secara mandiri ini menjadi momentum bersejarah. Selain untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat persatuan, silaturahmi, dan gotong royong masyarakat.
Antusiasme warga dari 18 RW menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat Desa Lengkong.(GusAkhor)

















