KABUPATEN BANDUNG — DPRD Kabupaten Bandung menggelar Rapat Paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung pada Jumat pagi, 14 Agustus 2026, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Kompleks Pemda Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang Km 17, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang. Pidato Presiden disaksikan secara langsung melalui siaran YouTube TVR Parlemen.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., dan dihadiri sekitar 100 peserta serta tamu undangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Sekda Kabupaten Bandung Dr. Cakra Amiyana, S.T., M.A., jajaran pimpinan DPRD, anggota DPRD, unsur TNI-Polri, kepala perangkat daerah, BUMD, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, serta insan pers.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembukaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026, pembacaan doa, serta pidato pengantar dari pimpinan lembaga negara.
Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa Kabinet Merah Putih memiliki empat pedoman utama, yakni menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945, menjaga kepentingan nasional yang vital, mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya, serta melakukan investasi bagi kepentingan rakyat dan generasi mendatang.

Presiden mengatakan pemerintah terus bekerja untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama puluhan tahun dinilai rumit. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras pemerintah, dukungan pemerintah daerah, TNI-Polri, serta masyarakat melalui semangat gotong royong.
Salah satu capaian yang disampaikan Presiden adalah sektor pangan. Pemerintah, kata Prabowo, terus mendorong terwujudnya swasembada pangan, termasuk beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, serta cabai.
Presiden juga menyampaikan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen serta peningkatan ketersediaan pupuk bagi petani. Kebijakan tersebut dinilai turut mendorong peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Di bidang energi, pemerintah terus mendorong swasembada energi melalui pengembangan biodiesel dan berbagai program hilirisasi. Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Dalam bidang ekonomi, Presiden menyebut realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai sekitar Rp1.010 triliun dan telah menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 juga disebut mencapai 5,61 persen secara tahunan.
Selain ekonomi, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur desa. Presiden menyampaikan bahwa sepanjang 2026 telah diselesaikan ribuan jembatan desa melalui pembangunan yang dilakukan TNI dan Polri. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 5.000 jembatan desa selesai pada akhir 2026.
Program penyediaan air bersih juga terus dilakukan. Dalam delapan bulan pertama 2026, TNI disebut telah membangun sekitar 3.000 titik sumber air bersih di desa-desa.
Presiden juga menyoroti penguatan ekonomi masyarakat melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 koperasi dapat berdiri dan beroperasi dengan baik pada akhir 2026.
Di sektor pendidikan, pemerintah menjalankan berbagai program, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, SMA Unggul Garuda, hingga perluasan jaringan SMA Taruna Nusantara. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Sementara di bidang kesehatan, pemerintah terus menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), peningkatan fasilitas rumah sakit daerah, serta penguatan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.
Presiden menegaskan bahwa pembangunan nasional bukan hanya tanggung jawab Presiden dan pemerintah pusat, melainkan merupakan kerja bersama seluruh elemen bangsa.
“Republik ini dibangun oleh kerja sama seluruh warga negara, pemerintah pusat dan daerah serta seluruh elemen masyarakat,” tegas Presiden dalam pidatonya.

Presiden juga mengingatkan bahwa berbagai capaian pemerintah bukan alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi dorongan untuk bekerja lebih keras demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kemerdekaan bukan yang kita proklamasikan, tetapi apa yang rakyat rasakan atas kemerdekaan itu,” ujar Prabowo.
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung kemudian ditutup oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi setelah seluruh rangkaian agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia selesai dilaksanakan.
Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.(Tedig)

















