BANDUNG — Sebanyak 16 ribu tiket telah dikeluarkan untuk gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Mengantisipasi kepadatan kendaraan, penonton yang menggunakan kendaraan pribadi akan diarahkan untuk memarkir kendaraannya di kawasan GBS.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Hilman Kadar, mengatakan skema tersebut disiapkan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar Stadion Si Jalak Harupat selama pertandingan berlangsung.
“Untuk kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil, akan diarahkan ke area GBS,” ujar Hilman Kadar, Kamis (25/9/2026).
Dari kawasan GBS, penonton kemudian akan diangkut menggunakan transportasi yang telah disiapkan menuju stadion. Untuk sementara, tercatat sebanyak 20 bus besar dan 10 bus mini disiapkan untuk mendukung mobilitas penonton.
Tidak hanya menjadi kantong parkir, kawasan GBS juga akan menjadi lokasi penukaran tiket. Penonton dapat melakukan proses penukaran tiket terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Stadion Si Jalak Harupat.
Skema ini menjadi bagian penting dari pengaturan lalu lintas karena jumlah penonton yang mencapai sekitar 16 ribu orang berpotensi menciptakan kepadatan kendaraan dalam waktu bersamaan.
Kepadatan diperkirakan tidak hanya terjadi menjelang pertandingan, tetapi juga setelah laga berakhir ketika ribuan penonton secara bersamaan meninggalkan kawasan stadion dan kembali menuju area parkir.
Karena itu, kelancaran transportasi penonton dari GBS menuju Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Kabupaten Bandung.
Menurut Hilman, pengalihan kendaraan pribadi ke GBS diharapkan dapat mencegah konsentrasi kendaraan di sekitar stadion yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Namun, pelaksanaan di lapangan tetap menjadi tantangan. Kesiapan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan kantong parkir dan armada bus, tetapi juga bagaimana proses penukaran tiket, keberangkatan penonton dari GBS, hingga kepulangan setelah pertandingan dapat berlangsung secara teratur.
Dengan jumlah penonton yang mencapai 16 ribu orang, efektivitas sistem tersebut akan menjadi salah satu penentu kelancaran mobilitas selama FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat. (Rul/jk)

















