PERSIB vs Persik Kediri: Adu Strategi Igor Tolic dan Marcos Reina, Siapa Unggul di Jalak Harupat?

BANDUNG – Duel sengit PERSIB Bandung kontra Persik Kediri diprediksi mewarnai lanjutan Super League 2026/2027. Kedua tim akan bertemu di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Minggu (18/10/2026), dengan adu strategi antara pelatih Igor Tolic dan Marcos Reina menjadi salah satu sorotan utama.

Menjelang pertandingan, kedua pelatih menunjukkan rasa hormat terhadap kekuatan lawan. Namun, di balik pujian yang disampaikan dalam konferensi pers pra-pertandingan, masing-masing tim telah mempelajari kelebihan dan kelemahan calon lawannya demi meraih hasil maksimal.

Bacaan Lainnya

PERSIB yang bertindak sebagai tuan rumah tentu berambisi memanfaatkan dukungan suporter. Sementara itu, Persik Kediri datang dengan persiapan taktik khusus untuk meredam permainan agresif Maung Bandung.

Igor Tolic Waspadai Organisasi Permainan Persik Kediri

Pelatih PERSIB, Igor Tolic, menilai Persik Kediri memiliki organisasi permainan yang baik di setiap lini. Menurutnya, kekuatan tim berjuluk Macan Putih itu tidak hanya terletak pada pertahanan, tetapi juga kemampuan membangun serangan dari lini belakang.

Tolic menyoroti peran dua gelandang bertahan Persik yang dinilai mampu menjaga keseimbangan permainan. Selain itu, kiper Persik juga dianggap memiliki kemampuan mendukung proses membangun serangan atau build-up.

“Mereka memiliki dua gelandang bertahan yang bagus, lini belakang mereka aktif bermain, bahkan penjaga gawang mereka sangat menikmati proses build-up. Penyerang tengah mereka tangguh dalam duel udara dan sering bergerak cerdik ke tiang jauh,” kata Tolic.

Menurut Tolic, kemampuan pemain Persik dalam membaca ruang dan membangun serangan menjadi aspek yang harus diantisipasi oleh PERSIB sepanjang pertandingan.

Tak hanya itu, sektor sayap Macan Putih juga masuk dalam perhatian tim pelatih PERSIB. Kecepatan pemain sayap, kemampuan menggiring bola, serta kualitas umpan silang dari bek kiri Persik dinilai berpotensi menciptakan ancaman bagi pertahanan Maung Bandung.

“Pemain sayap mereka bagus dalam menggiring bola, sementara bek kiri mereka sangat cepat, pengumpan silang yang handal, dan mahir melakukan dribble. Kami tahu banyak hal tentang mereka, tapi kita lihat saja saat pertandingan dimulai siapa yang akan turun dan bagaimana strateginya di lapangan,” ucapnya.

Meski menyadari potensi ancaman lawan, Tolic tetap percaya anak asuhnya mampu bekerja keras untuk mengamankan hasil terbaik dalam pertandingan kandang tersebut.

Marcos Reina Siapkan Strategi Redam Kekuatan PERSIB

Di kubu lawan, pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, juga memberikan penilaian tinggi terhadap kualitas skuad PERSIB Bandung.

Reina menilai Maung Bandung memiliki pemain berkualitas di hampir setiap posisi. Kombinasi kekuatan lini belakang dan ketajaman lini serang membuat PERSIB menjadi lawan yang tidak mudah dihadapi, terutama ketika mendapatkan ruang untuk mengembangkan permainan.

“PERSIB adalah tim yang memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi di setiap posisi. Mereka punya pemain penyerang yang hebat dan bek yang kuat,” ujar Marcos Reina.

Menurut Reina, salah satu ancaman terbesar PERSIB muncul ketika para pemainnya mampu menguasai bola di area berbahaya. Pergerakan tanpa bola, rotasi posisi, serta variasi serangan menjadi faktor yang dapat menyulitkan pertahanan Persik.

“Begitu mereka menguasai bola di dekat gawang, mereka sangat berbahaya dalam setiap skema yang bisa merugikan Anda. Jika dibiarkan memegang bola, mereka akan mulai melakukan banyak rotasi dan pergerakan yang menyulitkan untuk direbut kembali,” tuturnya.

Karena itu, Persik telah mempelajari pola permainan PERSIB dan menyiapkan rencana khusus untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.

“Tapi kami sudah mempelajari mereka dan menyiapkan rencana terbaik. Kami optimistis bisa meraih hasil bagus,” tambahnya.

Adu Taktik Jadi Penentu PERSIB vs Persik Kediri

Pernyataan kedua pelatih menunjukkan bahwa pertandingan PERSIB vs Persik Kediri bukan sekadar pertarungan kualitas individu pemain. Disiplin taktik, kemampuan menguasai lini tengah, serta efektivitas memanfaatkan peluang berpotensi menjadi faktor penentu hasil akhir.

PERSIB perlu mewaspadai serangan balik dan kemampuan Persik membangun permainan dari belakang. Sebaliknya, Macan Putih harus mampu membatasi ruang gerak pemain PERSIB agar tidak leluasa melakukan rotasi dan menciptakan peluang di area pertahanan.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu (18/10/2026) ini pun menjadi ujian bagi kedua pelatih dalam menerapkan strategi yang telah disiapkan.

Apakah Igor Tolic mampu membawa PERSIB memaksimalkan keuntungan bermain di kandang, atau Marcos Reina justru berhasil membawa Persik Kediri mencuri hasil positif?

Jawabannya akan ditentukan di lapangan, ketika kedua tim memulai pertarungan untuk memperebutkan poin penting dalam lanjutan Super League 2026/2027.

 

Pos terkait