BANDUNG — DPW Partai Perindo Jawa Barat bersama Java Hospitality School (JHS) memperluas program Go Jabar – Pekerja Migran Naik Kelas melalui sosialisasi dan akses pelatihan gratis bagi calon pekerja migran di Kabupaten Bandung.
Program ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia Jawa Barat agar lebih kompeten dan siap memasuki pasar kerja internasional. Peserta mendapatkan pembekalan keterampilan, persiapan kerja, akses sertifikasi internasional, pendampingan penempatan, hingga pemahaman mengenai hak dan perlindungan pekerja migran.
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok mengatakan, Go Jabar dirancang untuk memastikan masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri memiliki bekal yang memadai sebelum memasuki dunia kerja global.
“Kami ingin pekerja migran Jawa Barat tidak sekadar berangkat untuk bekerja, tetapi berangkat dengan kompetensi, kesiapan, dan pengetahuan yang cukup. Mereka harus siap kerja, terlindungi, dan memiliki daya saing,” ujar Rifqi.
Menurutnya, pekerja migran merupakan bagian dari potensi SDM unggulan Jawa Barat. Karena itu, peningkatan kompetensi harus dimulai sejak tahap persiapan.
“Kolaborasi dengan JHS menjadi jembatan antara talenta Jawa Barat dan kebutuhan industri global. Kami ingin semakin banyak masyarakat memiliki akses untuk meningkatkan kompetensi dan mendapatkan peluang kerja yang lebih baik,” katanya.
Imas: Keberanian Merantau Harus Dibarengi Kompetensi
Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Bandung Imas Rostiana menyambut positif pelaksanaan sosialisasi Go Jabar. Ia menilai pelatihan gratis ini menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri dengan persiapan yang lebih matang.
“Berani merantau saja tidak cukup. Calon pekerja migran harus memiliki keterampilan, kesiapan mental, pengetahuan dunia kerja, dan pemahaman tentang perlindungan,” kata Imas.
Ia mengajak masyarakat Kabupaten Bandung memanfaatkan kesempatan tersebut agar tidak berangkat tanpa bekal yang memadai.
“Kami berharap informasi ini menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan kompetensi yang lebih baik, mereka memiliki peluang kerja yang lebih luas dan daya saing yang lebih kuat,” ujarnya.
Dedi: Bangun Ekosistem dari Pelatihan hingga Penempatan
Pelaksana Go Jabar Dedi Sopiandi menjelaskan, program tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi diarahkan membangun ekosistem pekerja migran dari hulu hingga hilir.
“Go Jabar kami rancang mulai dari peningkatan kompetensi, persiapan keberangkatan, sertifikasi, pendampingan penempatan, hingga pemahaman perlindungan pekerja migran,” ujar Dedi.
Menurutnya, pelatihan yang dapat diakses secara daring juga membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat dari berbagai wilayah Jawa Barat.
“Targetnya bukan sekadar mendapatkan pekerjaan di luar negeri, tetapi mendapatkan pekerjaan yang sesuai kompetensi dan memiliki prospek masa depan yang lebih baik,” katanya.
Dorong Pekerja Migran Jawa Barat Naik Kelas
Program Go Jabar – Pekerja Migran Naik Kelas menjadi bagian dari komitmen Perindo Jabar menghadirkan aksi nyata yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan JHS, masyarakat Jawa Barat mendapatkan akses pelatihan berkualitas tanpa biaya sebagai bekal menuju pasar kerja internasional.
Pesan utama program ini sederhana: menjadi pekerja migran bukan sekadar bekerja di luar negeri, tetapi meningkatkan kompetensi, memperluas peluang, memahami perlindungan, dan membawa manfaat yang lebih besar bagi keluarga.
“Berani Merantau, Aman Berkarya, Pekerja Migran Naik Kelas.”

















