Bukan Sekadar Silaturahmi, Syahriahan IPHI Jampangkulon Dorong Peran Sosial Para Jemaah Haji

SUKABUMI – Predikat haji tidak hanya membawa perubahan bagi pribadi setelah kembali dari Tanah Suci. Di tengah masyarakat, para jemaah haji juga diharapkan mampu menjaga semangat ibadah sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan Syahriahan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Jampangkulon yang digelar di Masjid Jami Al-Khoqhar, Desa Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan rutin bulanan tersebut menjadi ruang bagi para jemaah haji untuk menjaga silaturahmi pasca-pelaksanaan ibadah haji. Namun, lebih dari sekadar pertemuan, Syahriahan juga menjadi wadah memperkuat peran komunitas haji dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan kepedulian sosial masyarakat.

Baca Juga: Bupati Dorong Warungkiara Padukan Wisata, Pangan, dan Bumdes Untuk Gerakkan Ekonomi Warga

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Jampangkulon Dading, Ketua IPHI Kecamatan Jampangkulon H. Sopandi, unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kepala Desa Bojonggenteng, tokoh agama, para jemaah haji, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diisi dengan tausiyah dan silaturahmi, sekaligus membahas program dakwah serta pembinaan keagamaan yang dapat dijalankan komunitas haji di tingkat masyarakat.

Camat Jampangkulon Dading menilai keberadaan IPHI memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari penguatan kehidupan sosial dan keagamaan di wilayah Jampangkulon.

Baca Juga: Antisipasi Kericuhan Usai Persib vs Persija, Polres Sukabumi Kota Siagakan 433 Personel

Menurutnya, pengalaman spiritual yang diperoleh para jemaah selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi modal untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

“Syahriahan ini penting untuk menjaga silaturahmi pasca-haji sekaligus menguatkan pembinaan umat di tingkat desa. Pemerintah siap bersinergi dengan IPHI dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan,” ujar Dading.

Ia berharap kebersamaan yang terbangun dalam IPHI tidak hanya berhenti di lingkungan para jemaah haji, tetapi dapat memberikan dampak lebih luas melalui kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Ketua IPHI Kecamatan Jampangkulon H. Sopandi mengatakan, Syahriahan merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga persaudaraan di antara para jemaah setelah menunaikan ibadah haji.

Menurutnya, IPHI terus mendorong anggotanya untuk mengambil peran positif dalam kehidupan masyarakat, baik melalui kegiatan keagamaan maupun kepedulian sosial.

Baca Juga: IJTI Sukabumi Raya Siapkan Muskorda III, Satu Nama Ambil Formulir

“Syahriahan ini tidak hanya untuk mempererat hubungan antarjemaah haji, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter religius masyarakat desa,” kata H. Sopandi.

Melalui kegiatan rutin tersebut, IPHI Jampangkulon diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para jemaah haji, tetapi berkembang sebagai kekuatan sosial yang ikut menjaga ukhuwah, membangun kepedulian, dan memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.

Sinergi antara komunitas haji, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat pun diharapkan dapat terus melahirkan kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi warga di Kecamatan Jampangkulon.

Pos terkait