Produksi Lokal Jadi Langkah Baru BYD, Hadirkan Lebih Banyak Pilihan di GIIAS Bandung 2026

BANDUNG – BYD mulai memasuki fase baru di pasar otomotif Indonesia. Setelah meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru di Subang, Jawa Barat, produsen asal China tersebut kini membawa sejumlah kendaraan elektrifikasi ke GIIAS Bandung 2026.

 

Bacaan Lainnya

Kehadiran BYD di Bandung menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih dekat teknologi Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM) kepada konsumen Jawa Barat. Pada saat yang sama, BYD mulai menunjukkan hasil dari strategi lokalisasi produksi yang tengah dijalankan di Indonesia. Pabrik BYD di Subang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun.

 

Fasilitas tersebut resmi beroperasi belum lama sebelum gelaran GIIAS Bandung 2026 dan ditandai dengan roll-off BYD M6 DM yang disebut sebagai unit BYD ke-100.000 yang diproduksi secara lokal.

 

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan keberadaan fasilitas produksi tersebut membuat BYD semakin dekat dengan konsumen di Jawa Barat.

 

“Dengan fasilitas manufaktur kami di Subang yang kini telah resmi beroperasi, kami semakin dekat dengan konsumen di Jawa Barat sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam perjalanan lokalisasi BYD secara global,” ujar Eagle.

 

Menurutnya, pilihan teknologi EV dan DM juga disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin beragam.

 

“Melalui pilihan EV dan DM, kami ingin memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter mobilitas masyarakat,” katanya.

 

Jawa Barat Jadi Pasar Penting

Jawa Barat menjadi salah satu pasar yang mendapat perhatian serius BYD. Sejak pertama kali hadir di Indonesia pada 2024 hingga Juli 2026, BYD mencatat penjualan kumulatif lebih dari 12.000 unit di Jawa Barat. Angka tersebut diklaim memberikan kontribusi lebih dari 36 persen terhadap pasar kendaraan listrik di Jawa Barat.

 

Pertumbuhan pasar juga dibarengi dengan perluasan jaringan. Saat ini terdapat 20 diler BYD Group yang telah beroperasi di Jawa Barat. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 31 lokasi.

 

“Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang sangat penting bagi BYD di Indonesia. Dengan lebih dari 12.000 kendaraan BYD yang telah hadir di Jawa Barat, kami melihat bagaimana masyarakat di wilayah ini semakin terbuka terhadap teknologi kendaraan energi baru,” tutur Eagle.

 

Ia menambahkan, GIIAS Bandung menjadi kesempatan bagi BYD untuk memperkenalkan perkembangan teknologi dan bisnis perusahaan secara lebih dekat kepada masyarakat.

 

Salah satu model yang menjadi perhatian BYD adalah keluarga M6. Setelah sebelumnya hadir dalam versi full electric, BYD memperluas pilihan dengan meluncurkan M6 DM pada Mei 2026.

 

M6 DM mengusung teknologi Electric-First, dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin berbahan bakar yang memberikan fleksibilitas tambahan ketika dibutuhkan. Teknologi tersebut ditujukan untuk konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara layaknya kendaraan listrik, namun tetap memiliki fleksibilitas ketika melakukan perjalanan dengan jarak lebih jauh.

 

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perkembangan M6 mencerminkan perubahan kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi.

 

“Perjalanan M6 bersama lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi terus berkembang,” ujar Luther.

 

Menurutnya, M6 DM hadir untuk memberikan pilihan teknologi yang lebih fleksibel bagi keluarga Indonesia.

 

“Kami ingin keluarga Indonesia dapat menikmati pengalaman berkendara seperti EV namun dengan fleksibilitas untuk perjalanan yang lebih jauh,” katanya.

 

Sejak diluncurkan, M6 DM juga memperoleh sejumlah penghargaan. Pada Juli 2026, model tersebut meraih penghargaan The Most Inspiring PHEV of the Year 2026. Sementara M6 sebelumnya mendapatkan sejumlah pengakuan, antara lain Car of the Year 2024, Best Family EV 2025, dan First EV Recommendation 2025. Di tingkat nasional, BYD mencatat penjualan 40.700 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Perusahaan mengklaim angka tersebut setara dengan sekitar 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.

 

Dengan basis konsumen yang terus tumbuh, BYD kini tidak hanya mengandalkan penjualan kendaraan, tetapi juga memperkuat produksi lokal. Perusahaan menargetkan peningkatan kandungan lokal hingga 60 persen mulai Januari 2027.

 

Pengembangan fasilitas di Subang juga diarahkan mencakup manufaktur baterai. Langkah tersebut menandai upaya BYD untuk memperluas keterlibatannya dalam industri otomotif Indonesia, mulai dari produksi kendaraan hingga pengembangan rantai pasok dan sumber daya manusia.

 

Di GIIAS Bandung 2026, BYD mengusung tema “Green Future, Smart Emotion”. Empat model ditampilkan di area pameran, yakni BYD M6 EV 2026, M6 DM Cross Advance, M6 DM Classic Dynamic, serta BYD ATTO 1 2026. Pengunjung juga bisa mencoba langsung beberapa model melalui area test drive. BYD menyediakan M6 EV 2026, M6 DM Cross Advance, serta ATTO 1 2026 Standard.

 

Selain kendaraan, BYD menghadirkan sejumlah program interaktif, termasuk BYD Student Day, BYD Community Connect, dan e-Motion Dialogue. Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman lebih jauh mengenai teknologi kendaraan energi baru kepada konsumen. Dengan pabrik di Subang yang telah beroperasi, BYD kini memasuki babak baru dalam ekspansinya di Indonesia.

 

GIIAS Bandung 2026 pun menjadi salah satu panggung BYD untuk menunjukkan arah baru tersebut lebih banyak pilihan teknologi, lebih dekat dengan konsumen, dan semakin kuat diproduksi di Indonesia. (*)

 

Pos terkait