Althea Hans Febie, Atlet Junior Sumedang yang Bersinar di Jakarta Triathlon 2026

JAKARTA – Atlet junior asal Kabupaten Sumedang, Althea Hans Febie, menorehkan prestasi runner up pada ajang Jakarta Triathlon 2026 yang digelar di Ancol, Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Siswi SDN Margamulya tersebut turun di kategori Kids A Aquathlon. Hasil yang diraih Althea menjadi buah dari latihan rutin yang selama ini dijalaninya bersama klub dan dukungan pembinaan Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kabupaten Sumedang.

Bacaan Lainnya

Althea mengaku sangat senang dengan hasil yang diraihnya. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti dari proses latihan yang selama ini dilakukan.

“Perasaanku sangat senang, hasil latihan selama ini membuahkan  hasil yang baik,” ujar Althea.

Persiapan menghadapi pertandingan dilakukan dengan latihan rutin untuk menjaga kondisi tubuh. Setiap pekan, Althea juga mendapatkan sesi latihan triathlon yang diberikan oleh pelatihnya.

Dalam perlombaan, nomor lari menjadi tantangan tersendiri bagi Althea. Ia mengaku kemampuan dasarnya selama ini lebih kuat di nomor renang.

“Yang paling menantang itu lari karena memang basic-ku itu ada di renang,” katanya.

Althea juga sempat menghadapi momen menegangkan ketika berada di area transisi.Ia mengalami sedikit kendala saat mencari transition box. Meski demikian, situasi tersebut tidak membuatnya menyerah dan ia tetap berusaha menyelesaikan perlombaan dengan maksimal.

Strategi yang diterapkan Althea adalah berusaha tampil maksimal di setiap nomor sekaligus menjaga ritme kecepatan hingga mencapai garis finis.

Sebelum berangkat ke Jakarta, Althea sebenarnya menargetkan posisi juara pertama. Namun, kendala yang dialaminya dalam perlombaan membuat target tersebut belum tercapai.

Bagi Althea, hal tersebut justru menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Targetku juara nomor satu, tapi karena ada sedikit kendala jadi sedikit meleset. Ini menjadikan bahan evaluasi untukku di kejuaraan selanjutnya,” ucapnya.

Di balik pencapaian tersebut, dukungan keluarga, orang tua, dan pelatih menjadi bagian penting dalam perjalanan Althea. Ia menyebut Coach Raihan dan Miss Yolanda selalu memberikan motivasi tambahan selama menjalani latihan di klub.

Althea juga merasakan langsung manfaat pembinaan FTI Kabupaten Sumedang. Menurutnya, FTI memberikan perhatian, masukan, pengalaman, serta motivasi yang membantu perkembangan kemampuannya.

“FTI Kabupaten Sumedang sangat membantu perkembangan Althea karena selalu memberikan perhatian, masukan, dan motivasi untukku,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Krisvan, Rizal, dan Indriana yang menurutnya turut memberikan perhatian dan motivasi selama proses pembinaan.

Setelah tampil di Jakarta, Althea tidak ingin berhenti. Ia berharap dapat terus meningkatkan kemampuan dan meraih hasil yang lebih baik pada setiap kejuaraan.

“Aku ingin selalu berprogres positif dan selalu mendapat hasil baik di setiap event-nya,” kata Althea.

Ia juga memiliki cita-cita untuk bisa membawa nama Sumedang dan Jawa Barat pada kompetisi yang lebih tinggi.

“Aku ingin berkontribusi dan bertanding di tingkat yang lebih kompetitif lagi,” ujarnya.

Kepada teman-teman seusianya yang ingin mencoba olahraga triathlon, Althea berpesan agar menjalani latihan dengan serius dan penuh tanggung jawab serta selalu mendengarkan arahan pelatih.

FTI Sumedang: Prestasi Althea Jadi Bukti Pembinaan Atlet Usia Dini

Ketua Bidang Prestasi FTI Kabupaten Sumedang, Krisvan Permadi, mengatakan pencapaian Althea menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukkan hasil dari proses pembinaan atlet junior di Sumedang.

“Prestasi yang sangat membanggakan atas raihan atlet junior Saudari Althea Hans Febie buat Kabupaten Sumedang. Alhamdulillah pembinaan kita bisa bersaing di tingkat provinsi juga nasional,” ujar Krisvan.

Menurutnya, potensi Althea sudah mulai terlihat sejak 2025. Pembinaan dilakukan mulai dari masing-masing klub dan kemudian diperkuat Pengcab FTI melalui koordinasi serta komunikasi untuk mengarahkan atlet-atlet potensial.

Program pembinaan, lanjut Krisvan, diarahkan pada peningkatan teknik, endurance, dan terutama pembentukan fundamental atlet sejak usia dini.

FTI Sumedang juga optimistis dengan munculnya sejumlah atlet junior potensial lainnya, seperti Aliya, Anisa, Azka, dan Aurora. Setelah Porprov 2026, FTI berencana membuat camp latihan untuk mendukung fasilitas dan pembinaan atlet dari sekolah maupun klub.

Krisvan mengatakan evaluasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas prestasi. Komunikasi dengan KONI Kabupaten Sumedang juga terus dijalankan dan dukungan KONI dinilai sangat membantu pengembangan prestasi triathlon.

Dalam jangka panjang, FTI Kabupaten Sumedang memasang target besar pada Porprov Jabar 2030, yakni meraih minimal tiga medali emas.

“Bismillah kita upaya terus dalam mencapai tujuan. Target Porprov Jabar 2030 kita bisa raih minimal tiga medali emas. Itu target utama kami,” tegas Krisvan.

Ia berharap dukungan terhadap pembinaan triathlon semakin luas, tidak hanya dari KONI, tetapi juga pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait.

Krisvan juga mengingatkan bahwa prestasi tidak dapat diraih secara instan dan harus dibangun sejak usia dini. Menurutnya, triathlon yang menggabungkan renang, sepeda, dan atletik juga menjadi peluang bagi atlet dari cabang olahraga lain, khususnya renang, untuk menemukan jalur prestasi baru.

“Prestasi tidak bisa diraih secara instan, harus dimulai dari usia dini untuk mencapai tujuan,” pungkasnya.

Pos terkait