Antisipasi Paparan Abu Vulkanik, Dinkes Kota Sukabumi Sebar Masker Gratis di Sejumlah Titik

SUKABUMI – Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat Kota Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai langkah antisipasi paparan abu vulkanik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker serta pelindung mata.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, terutama ketika masyarakat berada di ruang terbuka.

“Sehubungan dengan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan pelindung mata,” ujar Ida Halimah.

Sebagai bentuk pelayanan sekaligus upaya perlindungan terhadap masyarakat, Dinkes Kota Sukabumi juga melakukan pembagian masker secara gratis.

Pembagian masker menyasar sejumlah lokasi yang menjadi titik aktivitas masyarakat, di antaranya Balai Kota Sukabumi, depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, serta kawasan Bundaran Yogya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Kesehatan, para kepala bidang, serta jajaran tim Dinkes Kota Sukabumi.

Ida mengajak masyarakat tidak mengabaikan kondisi lingkungan akibat sebaran abu vulkanik. Warga diminta tetap waspada dan menerapkan langkah perlindungan diri, khususnya ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Jaga diri, lindungi keluarga, dan tetap utamakan kesehatan,” pungkasnya.

Dinkes Kota Sukabumi berharap masyarakat dapat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan pola perlindungan diri selama kondisi sebaran abu vulkanik masih terjadi.

The post Antisipasi Paparan Abu Vulkanik, Dinkes Kota Sukabumi Sebar Masker Gratis di Sejumlah Titik first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait