
SUKABUMI – Potensi bonsai di Kabupaten Sukabumi dinilai semakin menjanjikan dan berpeluang menjadi identitas baru daerah. Melihat kualitas bonsai yang telah menembus pasar internasional, Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Rumah Bonsai (Rubi) Cabang Sukabumi mulai membahas langkah strategis untuk menjadikan Sukabumi sebagai barometer bonsai nasional.
Isu tersebut mengemuka dalam audiensi antara Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, dengan pengurus Rubi Cabang Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Rabu (22/7/2026).
Ketua Rubi Cabang Sukabumi, Wahyu Kurniawan, mengatakan potensi bonsai di Sukabumi tidak hanya terlihat dari banyaknya penghobi dan pengrajin, tetapi juga dari kualitas karya yang telah mendapat pengakuan hingga luar negeri.
Baca Juga: RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Resmi Disahkan, Danantara Disiapkan Jadi Permodalan Awal
“Sudah ada permintaan bonsai dari luar negeri. Ini menjadi bukti bahwa kualitas bonsai Sukabumi mampu bersaing. Kami ingin potensi ini terus dikembangkan hingga Sukabumi dikenal sebagai barometer bonsai nasional,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Rubi berencana menggelar event bonsai berskala besar di Kecamatan Jampangtengah dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah. Kegiatan itu diharapkan menjadi ajang promosi sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif, sektor UMKM, dan pariwisata.
Tak hanya itu, Rubi juga menggagas pendirian Bonsai Center sebagai pusat edukasi, pelatihan, dan pameran bonsai, serta penyusunan buku yang mendokumentasikan perkembangan bonsai di Kabupaten Sukabumi.
Menanggapi gagasan tersebut, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menyatakan dukungannya. Menurutnya, pengembangan bonsai bukan sekadar hobi, tetapi memiliki potensi ekonomi dan dapat menjadi daya tarik wisata berbasis potensi lokal.
Bahkan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuka peluang agar event bonsai tersebut masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2026, sehingga gaung promosi bonsai Sukabumi semakin luas.
“Ini sejalan dengan upaya pemerintah mengangkat potensi unggulan daerah. Kalau waktunya memungkinkan, kegiatan bonsai bisa menjadi bagian dari rangkaian HJKS,” kata Ade.
Jika rencana tersebut terealisasi, Sukabumi tidak hanya dikenal sebagai daerah tujuan wisata alam, tetapi juga sebagai salah satu pusat pengembangan bonsai di Indonesia. Kolaborasi antara komunitas dan pemerintah diharapkan menjadi langkah awal memperkuat identitas baru Kabupaten Sukabumi melalui sektor bonsai.
The post Bonsai Sukabumi Diusulkan Jadi Ikon Daerah, Masuk Agenda HJKS 2026 first appeared on Sukabumi Ku.

















