BANDUNG – Perum Bulog memastikan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) aman dan lancar di seluruh Indonesia.
Komitmen itu ditegaskan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat mengunjungi KDMP Babakan Ciparay, Kota Bandung, Sabtu (24/10/2026).
Ahmad Rizal mengatakan Bulog siap memenuhi kebutuhan beras medium SPHP dengan harga terjangkau dan kualitas terjaga. Beras SPHP dijual Rp58.000 per 5 kg, bersih, higienis, utuh, dan bebas hama. Ke depan, kemasannya akan berganti nama menjadi “Beras Kita Medium SPHP”.
Di Kota Bandung, KDMP yang sudah beroperasi baru satu, yakni KDMP Babakan Ciparay. Koperasi tersebut sudah menerima 500 kg beras SPHP sejak 21 Oktober 2026 sesuai purchase order dari Agrinas Pangan kepada Bulog.
“Alhamdulillah, siang ini kami sempatkan memeriksa kesiapan KDMP. Kebetulan ada kegiatan di Bandung, jadi sebelum kembali ke Jakarta, kami mampir mengecek ketersediaan beras SPHP di KDMP Babakan Ciparay,” ujarnya.
Ia menilai lokasi KDMP Babakan Ciparay sangat strategis karena berada di tepi jalan utama dan bersebelahan langsung dengan pasar. Posisi itu berpotensi menjadi pusat ekonomi baru warga.
Selain beras SPHP, KDMP diharapkan menyediakan kebutuhan lain seperti elpiji subsidi, pupuk, hingga sembako.
“Menurut saya, penempatan ini sangat ideal. Potensinya besar, tinggal ditingkatkan promosinya agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Secara nasional, hingga Jumat malam (23/10/2026), Bulog telah menyalurkan beras SPHP ke 1.118 dari 1.355 KDMP yang mengajukan pesanan atau 82,51 persen.
Rinciannya:
– Jawa Timur: 534 dari 574 KDMP (93,03%)
– Jawa Tengah: 371 dari 411 KDMP
– DIY: 144 dari 169 KDMP
– Jawa Barat: 129 dari 147 KDMP
– DKI Jakarta dan Banten: 14 dari 19 KDMP
– Lampung: 15 dari 20 KDMP (75%)
– Sumatera Selatan: 11 dari 15 KDMP (73,33%)
Sisa sekitar 200 titik masih dalam proses penyaluran dan ditargetkan tuntas Senin atau Selasa pekan depan.
Ahmad Rizal menegaskan stok beras medium Bulog saat ini mencapai 4,556 juta ton. Pemerintah juga sudah menyetujui tambahan kuota SPHP 1 juta ton untuk periode September 2026 hingga Maret 2027 untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
“Berapapun pesanan dari Agrinas Pangan, akan kami penuhi dan salurkan,” tandasnya.














