
SUKABUMI – Fenomena alam menjelang musim kemarau membawa berkah tersendiri bagi warga Kampung Gunung Rompang, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Munculnya serangga mirip tonggeret dalam jumlah banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan konsumsi. (25/4/2026).
Hewan yang dikenal dengan suara nyaring khas ini biasanya muncul pada periode tertentu, terutama saat memasuki fase berkembang biak. Suara yang terdengar ramai di waktu pagi sampai sore hari menjadi penanda keberadaan mereka di suatu wilayah.
Sejumlah warga bahkan menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk berburu. Aktivitas tersebut umumnya dilakukan pada malam hari, saat hewan-hewan tersebut lebih mudah ditemukan.
BACA JUGA: Jelang Akhir Pekan, Pantai Cibuaya Mulai Dipadati Wisatawan
Salah seorang warga, Arika, mengaku menyukai olahan serangga tersebut karena cita rasanya yang khas.
“Rasanya gurih, teksturnya kriuk, enak lah pokoknya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Jaenudin, warga setempat yang rutin berburu tonggeret. Ia mengungkapkan bahwa dalam satu malam, hasil tangkapannya bisa mencapai satu kantong plastik.
Fenomena ini tidak hanya menjadi tradisi lokal, tetapi juga bagian dari pemanfaatan sumber daya alam secara sederhana oleh masyarakat. Selain sebagai konsumsi, kemunculan tonggeret juga menandakan perubahan musim.
BACA JUGA: Jelang Akhir Pekan, Lalin Jalan Utama Cibadak Sukabumi Ramai Lancar Sore Ini
Warga menyebut, suara yang ditimbulkan serangga tersebut berkaitan dengan fase kawin sekaligus menjadi penanda wilayah persebarannya.
“Yang berisik-berisik itu menandakan daerah geografisnya dia,” kata salah seorang warga.
Dengan datangnya musim kemarau, aktivitas berburu tonggeret diperkirakan akan terus berlangsung. Bagi sebagian masyarakat, hal ini bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
The post Fenomena Unik Sukabumi, Turaes atau ‘Tonggeret’ Melimpah, Warga Ramai-ramai Mengolahnya Jadi Makanan first appeared on Sukabumi Ku.














