
SUKABUMI – Krisis anggaran yang tengah melilit dunia olahraga Kota Sukabumi kini menjadi perhatian serius. Pasalnya, apabila Kota Sukabumi gagal mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, KONI Kota Sukabumi dan sejumlah cabang olahraga disebut berpotensi terkena sanksi dari KONI Jawa Barat hingga KONI Pusat.
Isu tersebut mencuat dalam audiensi antara KONI Kota Sukabumi, Komisi III DPRD Kota Sukabumi, dan Disporapar Kota Sukabumi. Dalam pembahasan itu, persoalan keterbatasan anggaran menjadi sorotan utama karena dinilai mengancam keberangkatan kontingen Kota Sukabumi ke Porprov.
Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Fajar Kontara, menegaskan bahwa Kota Sukabumi harus tetap mengikuti Porprov 2026 apa pun kondisinya. Menurutnya, keputusan untuk tidak berangkat bukan pilihan yang bisa diambil karena akan berdampak besar terhadap atlet dan pelatih yang telah lolos Babak Kualifikasi (BK) Porprov.
“Ini harga mati. Kasihan atlet dan pelatih yang sudah lolos BK Porprov kemarin. Mereka sudah berjuang dan mempersiapkan diri cukup lama,” ujarnya kepada wartawan, pada Kamis (14/05/26).
BACA JUGA : KONI Kota Sukabumi Putar Otak Cari Anggaran Untuk Porprov
Fajar juga menyebut absennya Kota Sukabumi dalam Porprov bisa menjadi bahan evaluasi serius bagi KONI Jabar maupun KONI Pusat. Bahkan, cabang olahraga dari Kota Sukabumi berpotensi terkena sanksi atau banned untuk mengikuti event olahraga berikutnya.
“Kalau sampai tidak ikut, kemungkinan ada sanksi atau banned di event-event selanjutnya. Jadi ini bukan persoalan biasa,” katanya.
Ia menilai persoalan ini menyangkut marwah olahraga dan nama baik Kota Sukabumi di tingkat Jawa Barat. Karena itu, Komisi III DPRD mendorong pemerintah daerah agar ikut turun tangan mencari solusi penyelamatan anggaran kontingen.
“Kami mendorong pemerintah ikut andil karena ini menyangkut wajah kota dan masa depan olahraga Kota Sukabumi,” tegasnya.
BACA JUGA : Kontingen Kota Sukabumi Terancam Gagal Tampil di Porprov Jabar 2026 Akibat Krisis Anggaran
Sementara itu, Ketua KONI Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yunansyah, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran membuat KONI harus melakukan berbagai langkah efisiensi. Dana operasional tahunan yang diterima KONI dinilai masih sangat minim dan pencairannya dilakukan secara bertahap.
“KONI harus realistis dengan kondisi yang ada. Kalau anggaran tidak memadai, tentu harus ada skala prioritas agar atlet tetap bisa diberangkatkan,” ucap Yoseph.
Selain menyusun skema prioritas cabang olahraga, KONI juga mulai membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta untuk membantu pembiayaan kontingen Porprov 2026.
Salah satu langkah yang telah dilakukan yakni menjalin kerja sama dengan Primaya Hospital dalam mendukung layanan kesehatan serta penanganan cedera atlet.
Dalam waktu dekat, DPRD bersama KONI dan pemerintah daerah juga berencana mengundang sejumlah perusahaan BUMN maupun BUMD agar ikut mendukung para atlet Kota Sukabumi.
Hasil pembahasan sementara, seluruh pihak akhirnya sepakat bahwa kontingen Kota Sukabumi harus tetap diberangkatkan ke Porprov Jawa Barat 2026 demi menjaga masa depan atlet daerah dan nama baik olahraga Kota Sukabumi.
The post KONI Kota Sukabumi Terancam Kena Sanksi Jika Absen di Porprov Jabar 2026 first appeared on Sukabumi Ku.

















