Muscab Pramuka 2026, Wali Kota Dorong Peran Strategis untuk Wujudkan Sukabumi Emas 2035

SUKABUMI – Gerakan Pramuka Kota Sukabumi didorong mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Kwarcab Pramuka Kota Sukabumi 2026, Kamis (14/5/2026).

Muscab sendiri diselenggarakan di Sekretariat Kwarcab Pramuka Kota Sukabumi di Jalan Pramuka, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang. Dalam forum tersebut, Ayep menegaskan bahwa Pramuka tidak hanya berfokus pada kegiatan kepramukaan, tetapi juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencapai target pembangunan jangka panjang.

Ia bahkan mencanangkan visi “Sukabumi Emas 2035”, yang dipatok lebih cepat dari target nasional Indonesia Emas 2045. Menurutnya, organisasi Pramuka diminta berkontribusi dalam menyusun indikator keberhasilan pembangunan.

Baca Juga: Lapang Merdeka Sukabumi Jadi Magnet Aktivitas Keluarga dan UMKM

Ayep menyampaikan bahwa indikator tersebut mencakup berbagai sektor krusial. Ia menargetkan tidak ada lagi stunting dan kemiskinan ekstrem di Kota Sukabumi, serta angka pengangguran dapat ditekan hingga level terendah.

“Saya sudah sampaikan kepada ketua yang baru, kita canangkan Sukabumi Emas 2035. Pramuka harus menyiapkan indikatornya, seperti stunting nol persen, kemiskinan ekstrem nol persen, pengangguran terendah, hingga tidak ada lagi kawasan kumuh,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinkronisasi antara program kerja Pramuka dengan kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, kepengurusan baru yang akan menjabat hingga 2031 memiliki peran penting dalam meletakkan dasar menuju target tersebut.

Baca Juga: Idul adha 2026 Diprediksi Serentak, Kemenag Tetap Gelar Sidang Isbat

“Siapa pun ketua terpilih nanti harus sejalan dengan arah pembangunan kota. Programnya harus sinkron,” tegas Ayep.

Selain itu, Ayep menyoroti pentingnya menghidupkan kembali Bumi Perkemahan Cikundul sebagai pusat kegiatan Pramuka. Ia menyebut lokasi tersebut memiliki nilai historis dan strategis bagi perkembangan kepramukaan di Sukabumi.

“Bumi Perkemahan Cikundul harus kembali difungsikan. Itu adalah marwah Pramuka di Kota Sukabumi. Insyaallah akan kita bangun kembali,” ujarnya.

Baca Juga: Pengusaha China Keluhkan Kebijakan Nikel hingga Penegakan Hukum, Pemerintah Beri Respons

Menurutnya, lahan seluas sekitar 7 hektare itu menjadi salah satu bumi perkemahan terbesar di Jawa Barat. Pemerintah Kota Sukabumi akan mengupayakan pengaktifan kembali kawasan tersebut, baik tahun ini maupun melalui penganggaran lanjutan jika diperlukan.

Muscab Pramuka 2026 sendiri menjadi momentum penting untuk menentukan kepemimpinan baru di tingkat Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting. Diharapkan, hasil musyawarah ini melahirkan sosok pemimpin yang mampu membawa Pramuka menjadi garda terdepan dalam pembangunan daerah.

The post Muscab Pramuka 2026, Wali Kota Dorong Peran Strategis untuk Wujudkan Sukabumi Emas 2035 first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait