
BOGORKU.id l CIBINONG – Wakil Bupati Bogor Jaro Ade didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor meninjau langsung proses pembelajaran dan praktik kegiatan pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) yang berlokasi di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
”Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta yang terus berupaya meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri sesuai kebutuhan dunia usaha saat ini,” ujar Jaro Ade.
Untuk mengatasi persoalan pengangguran di Kabupaten Bogor. Pemerintah daerah, yang terus berkoordinasi bersama Bupati Bogor guna merumuskan langkah nyata menekan jumlahnya.
Pemerintah menempatkan dua strategi utama untuk menekan angka pengangguran. Pertama, menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kabupaten Bogor harus menjadi wilayah yang nyaman bagi investor, sehingga terbuka lapangan kerja seluas-luasnya.
Hal ini juga mencakup perbaikan pelayanan perizinan dan administrasi yang terus ditingkatkan termasuk upaya memenuhi target penyelesaian izin dalam 14 hari kerja agar tidak menghambat proses investasi.
Kedua, memperbanyak pelatihan keterampilan. Tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas, pemerintah mengajak kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan seluruh pengusaha, serta mengarahkan sebagian dana CSR untuk mendukung kegiatan pelatihan.
”Berdasarkan data, mayoritas pengangguran di Kabupaten Bogor adalah lulusan SMA dan SMK. Oleh karenanya, materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, meliputi keterampilan khusus, kursus bahasa asing bagi yang berminat bekerja ke luar negeri, serta pemberian sertifikasi kompetensi secara otomatis setelah peserta dinyatakan lulus,” ungkapnya.

Ke depannya, Dinas Tenaga Kerja akan bekerja terintegrasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Untuk perencanaan anggaran tahun 2027, pemerintah berharap dalam Musrenbang mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, data angka pengangguran di setiap wilayah sudah dipaparkan sebagai dasar perencanaan yang akurat.
Ia berharap keberadaan BLK Kabupaten Bogor dapat menjadi sarana utama bagi masyarakat untuk mendapatkan pelatihan dan keterampilan yang relevan, sehingga meningkatkan peluang diterima kerja maupun kemampuan membuka usaha mandiri.
”Semoga keberadaan BLK ini mampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor, serta melahirkan tenaga kerja yang profesional, berdaya saing, dan siap berkontribusi membangun daerah maupun negara,” tukasnya.
The post Kunjungi BLK Kemang, Wabup Jaro Ade Paparkan Dua Strategi Tekan Pengangguran Kabupaten Bogor first appeared on Bogor Ku.

















