
SUKABUMI – Ada pemandangan tak biasa di Balai Kota Sukabumi, Selasa (21/4/2026). Bendera-bendera negara sahabat berkibar menyambut 20 Duta Besar dalam rangkaian The Diplomatic Forum. Pertanyaannya: Apa yang dicari para diplomat ini di Sukabumi?
Jawabannya terangkum dalam tiga pilar strategis yang dipaparkan Wali Kota H. Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana: Pendidikan Global, Inovasi Medis, dan Harmoni Sosial.
1. Pertukaran Guru: Membangun Peradaban
Pemerintah Kota tidak hanya ingin siswanya memiliki wawasan global, tapi juga gurunya. Rencana pengiriman guru selama satu tahun ke negara mitra menjadi poin krusial. “Ini adalah investasi SDM. Guru kami belajar di sana, lalu kembali untuk membangun peradaban di Sukabumi,” tegas Ayep Zaki saat mendampingi Dubes Meksiko, Francisco de la Torre Galindo, di SMPN 1.
2. ‘Stem Cell’: Senjata Baru Layanan Kesehatan
Para Dubes dibuat terkesan saat melihat laboratorium Stem Cell and Cancer Research (SCCR) di RSUD R. Syamsudin, S.H. Dengan identitas sel yang sangat akurat dan telah mendapatkan fatwa halal dari Forum Bahtsul Masail, Sukabumi menawarkan solusi bagi penyakit kronis dunia—seperti diabetes hingga stroke—langsung dari jantung kota ini.
3. ‘Secret Village’: Etalase Toleransi
Sebagai kota toleran nomor satu di Jawa Barat, Sukabumi menggunakan Secret Village sebagai ruang diskusi inklusivitas. Penayangan video Tolerance City menunjukkan bahwa di Sukabumi, perbedaan adalah kekuatan, bukan hambatan bagi investasi.
Kegiatan Sebagai salah satu rangkaian hari jadi ke-112 Kota Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi menggelar The Diplomatic Forum selama dua hari, Selasa-Rabu, 21 dan 22 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan Pemerintah Kota Sukabumi dengan para duta besar dari berbagai negara.
Forum ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Sukabumi dalam membuka peluang kolaborasi internasional. Melalui forum ini, berbagai potensi daerah, mulai dari budaya, layanan kesehatan, hingga investasi, diperkenalkan ke dunia global.
Selain itu, forum ini juga mendorong kerja sama pendidikan melalui pengiriman guru ke negara mitra selama satu tahun untuk meningkatkan kualitas, lalu kembali membangun peradaban di Kota Sukabumi.
The post Magnet Sukabumi: Mengapa Puluhan Belasan Dunia Berkumpul di ‘Kota Moci’? first appeared on Sukabumi Ku.















