SUKABUMI – Arus kendaraan di jalur utama Sukabumi–Bogor mulai mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idulfitri. Kepadatan tersebut terlihat di kawasan Simpang Ratu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Senin (16/3/2026) atau sekitar lima hari sebelum Lebaran.
Volume kendaraan yang meningkat tampak dari dua arah sekaligus, baik dari Bogor menuju Sukabumi maupun dari arah Sukabumi menuju Bogor. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sejumlah titik bergerak lambat.
Kapolsek Cibadak, Kompol I Djubaedi mengatakan peningkatan kendaraan yang mulai terlihat diduga berkaitan dengan arus mudik lebih awal.
“Untuk hari ini, Senin H-5 Lebaran, arus lalu lintas mulai padat. Sepertinya sudah dipenuhi kendaraan yang datang dari arah Bogor maupun Jakarta menuju wilayah Sukabumi, baik kabupaten maupun kota,” ujar Djubaedi saat memantau kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.
Selain kendaraan dari arah Bogor dan Sukabumi, arus kendaraan dari Palabuhanratu yang menuju jalur utama Sukabumi–Bogor juga ikut menambah kepadatan di persimpangan Simpang Ratu.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih panjang, petugas kepolisian melakukan pengaturan arus kendaraan secara situasional. Salah satunya dengan menerapkan sistem buka tutup jalan di titik persimpangan.
“Kita situasional saja. Karena arus lalu lintas padat, kita lakukan sistem buka tutup di Simpang Ratu demi kelancaran arus kendaraan,” kata Djubaedi.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, polisi juga mengingatkan para pengendara agar tetap mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Djubaedi mengimbau pengendara sepeda motor untuk selalu menggunakan helm, tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi serta menghindari manuver menyalip yang berisiko.
“Kami mengimbau pengendara roda dua untuk lebih berhati-hati, menggunakan helm, tidak ngebut dan tidak saling menyalip. Untuk kendaraan roda empat maupun roda enam juga diharapkan tetap tertib dan tidak mengambil jalur kanan ketika arus sedang padat,” ujarnya.
Dalam pengawasan di lapangan, polisi juga melakukan penindakan terhadap kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut. Menurut Djubaedi, kendaraan dengan sumbu tiga tidak diperbolehkan melintas di kawasan itu selama pengaturan arus dilakukan.
“Untuk kegiatan hari ini kendaraan sumbu tiga tidak diperbolehkan masuk ke wilayah ini. Kami melakukan penindakan tilang terhadap kendaraan sumbu tiga yang melintas,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang pengendara mengaku perjalanan yang ditempuhnya berlangsung cukup lama akibat padatnya arus kendaraan.
“Saya sudah hampir satu setengah jam dari Karangtengah ke Parungkuda. Harapannya polisi bisa terus menjaga arus lalu lintas supaya tidak terlalu macet,” ujarnya.














