JAKARTA TIMUR — Tangis haru tak terbendung saat putra daerah asal Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Adzir Mudzakir (19), resmi dilantik menjadi prajurit TNI Angkatan Darat dalam Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri Gelombang I Tahun Anggaran 2026.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Markas Resimen Induk Kodam Jaya (Rindam Jaya), kawasan Condet Raya, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2026).
Usai penyematan pangkat Prada, Adzir langsung memeluk kedua orangtuanya, Jenal dan Edah, yang datang jauh-jauh dari Sukabumi Selatan untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut. Suasana penuh haru pun menyelimuti lokasi pelantikan.
Dengan mata berkaca-kaca, Adzir mengaku bersyukur akhirnya mampu mewujudkan cita-citanya menjadi anggota TNI AD setelah melalui perjuangan panjang dan disiplin ketat selama proses seleksi dan pendidikan.
“Saya bersyukur kepada Tuhan karena hari ini bisa dilantik bersama rekan-rekan dari seluruh Indonesia. Terima kasih untuk bapak, mamah, keluarga, dan semua yang selalu mendoakan saya sampai bisa berada di titik ini,” ujar Adzir kepada Sukabumiku.id usai pelantikan.
Pemuda asal pelosok Sukabumi Selatan itu mengatakan, sejak awal dirinya telah menanamkan tekad kuat untuk menjadi abdi negara. Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar yang membuatnya tetap semangat menghadapi seluruh tahapan seleksi.
“Saya hanya ingin membuktikan bahwa anak kampung juga bisa bersaing dan meraih cita-cita. Kuncinya disiplin, kerja keras, dan tidak mudah menyerah,” katanya.
Sementara itu, sang ayah, Jenal, seorang petani sederhana asal Desa Cikangkung, mengaku bangga melihat putranya kini resmi mengenakan seragam loreng TNI AD. Ia menyebut perjuangan Adzir bukan sesuatu yang instan.
Menurutnya, sejak awal keluarga hanya bisa mendukung melalui doa, nasihat, dan kerja keras demi membantu pendidikan anak-anaknya.
“Kami hanya petani kecil. Setiap hari kerja di kebun dan sawah, panas dan hujan sudah biasa. Tapi kami selalu tanamkan kepada anak-anak bahwa pendidikan dan disiplin adalah jalan untuk mengubah masa depan,” tutur Jenal penuh haru.
Ia juga terus mengingatkan sang anak agar tetap rendah hati, menjaga nama baik keluarga, serta menjalankan tugas negara dengan penuh tanggung jawab.
“Dalam hidup itu harus tekun, sabar, disiplin, dan jangan lupa berdoa. Hormati orang lain dan jangan pernah sombong,” pesannya.
Keberhasilan Adzir kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat Desa Cikangkung. Sosoknya dianggap menjadi inspirasi bagi generasi muda di Sukabumi Selatan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi menjadi prajurit negara.

















