Arvyo Putri, Dari Takut Air hingga Jadi Juara Sumedang Swimming Sprint Ke IV

SUMEDANG— Prestasi membanggakan ditorehkan Arvyo Putri Praditya Zainynur, atlet renang berusia 13 tahun dari klub WSAC, dalam ajang Sumedang Swimming Sprint Ke IV. Arvyo berhasil meraih gelar juara pada sejumlah nomor pertandingan berkat latihan konsisten, kepercayaan diri, serta dukungan kuat dari keluarga dan pelatih.

Di kejuaraan tersebut tergabung di Water Speed Aquatic, Arvyo berhasil mendapatkan emas di nomor 200 meter gaya dada, 100 meter gaya dada, dan 50 meter kaki kupu-kupu. Ia mengaku sangat senang dan puas dengan hasil yang berhasil diraih.

Bacaan Lainnya

“Sangat senang sekali dan sangat puas sekali,” ujar Arvyo saat menceritakan perasaannya setelah meraih prestasi dalam ajang tersebut.

Target Menang di Setiap Kejuaraan

Bagi Arvyo, setiap pertandingan selalu memiliki target yang sama, yakni memberikan penampilan terbaik dan berusaha meraih kemenangan.

“Target pasti ada, karena di setiap pertandingan target utama saya itu menang,” katanya.

Untuk menghadapi Sumedang Swimming Sprint Ke IV, Arvyo menjalani persiapan dengan latihan secara intens. Ia juga menjaga pola makan serta memastikan waktu istirahat tetap cukup agar kondisi fisiknya siap menghadapi pertandingan.

Namun, menurutnya, tantangan terbesar seorang atlet tidak selalu datang dari lawan. Justru, tantangan terbesar yang sering dihadapi adalah kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri, terutama saat berada dalam tekanan pertandingan.

“Tantangan selama pertandingan adalah diri saya sendiri, karena mental saat berada di pertandingan sangat berbeda pada saat latihan,” ungkapnya.

Menurut Arvyo, latihan yang konsisten dan rasa percaya diri menjadi kunci utama dalam meraih prestasi.

Berawal dari Rasa Takut Air

Perjalanan Arvyo di dunia renang dimulai sejak usia enam tahun. Menariknya, awal ia belajar berenang bukan karena langsung memiliki cita-cita menjadi atlet, melainkan karena ia memiliki rasa takut terhadap air.

Sang ibu kemudian mengenalkannya pada olahraga renang agar Arvyo mampu mengatasi rasa takut tersebut.

“Dulu saya takut sekali sama air, jadi ibu ingin saya tidak takut lagi sama air,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, Arvyo mulai menikmati olahraga renang. Ia kemudian memilih untuk menekuninya secara serius karena melihat renang sebagai olahraga yang menantang dan tidak semua orang mampu melakukannya.

“Saya pikir renang itu tidak semua orang bisa dan dianggap keren, makanya saya memilih renang,” ujarnya.

Peran Besar Pelatih dan Orang Tua

Arvyo mengakui perjalanan prestasinya tidak terlepas dari peran besar pelatih dan keluarga. Menurutnya, didikan dan motivasi dari pelatih telah membantunya mengatasi rasa tidak percaya diri serta terus berkembang sebagai seorang atlet.

“Sangat besar sekali, karena berkat didikan beliau saya bisa menaklukkan rasa ketidakpercayaan diri saya. Motivasi dari pelatih sangat berpengaruh terhadap perkembangan saya di renang,” tuturnya.

Dukungan orang tua juga menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat Arvyo terus bertahan dalam menjalani proses sebagai atlet.

Ia mengaku pernah mengalami masa sulit ketika performanya menurun dan melihat atlet lain berkembang lebih cepat. Namun, dukungan serta motivasi dari orang tua membuatnya kembali bangkit.

“Pernah ketika performa saya menurun dan saya lihat teman saya melesat pesat. Tetapi berkat dukungan dan motivasi dari orang tua, saya bisa bangkit kembali,” katanya.

Mimpi Jadi Atlet Nasional Indonesia

Dalam perjalanan kariernya, Arvyo juga memiliki sosok yang menginspirasinya. Saat masih belajar berenang, ia mengaku melihat salah satu senior di klubnya, Teh Ocha, sebagai inspirasi.

Setelah meraih prestasi di Sumedang Swimming Sprint KA IV, Arvyo kini menargetkan kejuaraan berikutnya. Ia bertekad tampil maksimal dalam Kejuaraan Selam Kolam di Cirebon pada September mendatang.

Selain itu, Arvyo memiliki mimpi besar untuk menjadi perwakilan Sumedang dan Jawa Barat di ajang yang lebih tinggi. Bahkan, menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia menjadi salah satu target utama dalam perjalanan kariernya.

“Mimpi itu selalu ada di diri saya untuk menjadi perwakilan Sumedang di ajang yang lebih besar. Mimpi dan target utama seorang atlet pasti menjadi Tim Nasional Indonesia,” ujarnya.

Untuk menjaga konsistensi prestasi, Arvyo berjanji akan terus meningkatkan kedisiplinan dalam latihan, menjaga pola makan, dan memastikan waktu istirahat tetap teratur.

Ia pun berpesan kepada teman-teman seusianya yang ingin menjadi atlet agar tidak mudah menyerah dalam mengejar mimpi.

“Terus berlatih dan jangan pantang menyerah,” pesannya.

Arvyo juga berharap para orang tua terus memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak yang memiliki bakat di bidang olahraga. Menurutnya, dukungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan dan mental seorang atlet.

Dengan usia yang masih sangat muda, perjalanan Arvyo Putri Praditya Zainynur di dunia renang masih panjang. Dari seorang anak yang awalnya takut terhadap air, kini ia tumbuh menjadi atlet muda berprestasi dengan mimpi besar membawa nama Sumedang, Jawa Barat, hingga Indonesia di panggung yang lebih tinggi. (Chen)

Pos terkait