
SUKABUMI – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, dr. Ribka Tjiptaning, mendorong kalangan pemuda di Kota Sukabumi agar tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi mampu mengambil peran nyata dalam kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ribka saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 bersama Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ir. Rudianto Tjen. Kegiatan berlangsung di Villa Aku Cantik, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, dengan melibatkan pemuda yang tergabung dalam DPD KNPI Kota Sukabumi.
Menurut Ribka, pemahaman mengenai pluralisme dan kebinekaan di kalangan masyarakat Sukabumi dinilai sudah cukup kuat. Karena itu, dalam pertemuan bersama KNPI, pembahasan tidak hanya berkutat pada materi Empat Pilar MPR RI, tetapi diarahkan pada bagaimana pemuda mampu memahami peran dan tanggung jawabnya terhadap masyarakat.
“Sebetulnya hari ini kan sosialisasi empat pilar. Tapi buat saya, teman-teman Sukabumi sudah paham soal pluralisme dan kebinekaan,” kata Ribka.
Ia menilai keberagaman yang ada di Sukabumi menjadi modal penting bagi generasi muda untuk membangun kehidupan sosial yang lebih inklusif.
Ribka kemudian mengarahkan pembahasan pada pentingnya kepedulian pemuda terhadap persoalan rakyat. Menurutnya, organisasi kepemudaan seharusnya menjadi ruang untuk melahirkan gagasan dan aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kesempatan dengan KNPI hanya sekilas saja tentang empat pilar, tapi lebih condong bagaimana makna pemuda. Bagaimana pemuda peduli dengan rakyat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ribka juga menyinggung sejumlah persoalan kebijakan sosial yang menurutnya perlu dipahami oleh kalangan muda, termasuk Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan dan sistem desil dalam penentuan penerima bantuan.
Ia berharap pemuda tidak hanya menjadi kelompok yang mengetahui teori organisasi, tetapi juga memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga dapat ikut mengawal kebijakan publik.
Ribka menyoroti fenomena sebagian anak muda yang aktif masuk berbagai organisasi, tetapi belum memiliki gambaran yang jelas mengenai kontribusi yang ingin diberikan.
“Banyak anak pemuda senang ikut organisasi, tapi dia enggak tahu mau ngapain. Senang masuk KNPI, senang masuk GMNI, tapi mau ngapain?” tuturnya.
Menurutnya, aktivitas organisasi harus diikuti dengan keberanian untuk bergerak dan memberikan manfaat. Dengan demikian, organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
“Kalau cuma teori saja, ngapain?” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KNPI Kota Sukabumi, Sudar Fauzi, mengatakan pihaknya menyambut baik adanya ruang dialog antara tokoh nasional dengan pemuda di Kota Sukabumi.
Menurut Sudar, sosialisasi tersebut dapat menjadi salah satu pemantik bagi pemuda untuk memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, serta meningkatkan keberanian dalam mengambil peran di tengah masyarakat.
Ia menilai pemuda membutuhkan figur dan pengalaman yang dapat dijadikan role model sekaligus pemantik pergerakan, sehingga generasi muda memiliki motivasi untuk terus berkembang dan mampu bersaing.
“Pemuda harus memiliki daya saing, bukan hanya dalam kemampuan akademik maupun profesional, tetapi juga dalam kepemimpinan, kepedulian sosial dan kemampuan membaca persoalan yang ada di masyarakat,” kata Sudar.
Sudar menambahkan, KNPI Kota Sukabumi akan terus mendorong organisasi kepemudaan menjadi ruang kolaborasi dan pengembangan potensi generasi muda.
The post Ribka Tjiptaning Dorong Pemuda Kota Sukabumi Tak Sekadar Aktif Berorganisasi, tapi Peduli Rakyat first appeared on Sukabumi Ku.

















