Mirip Terminal Bus, Pasien Keluhkan Pedagang Asongan Keliling di RSUD Palabuhanratu

SUKABUMI – Keberadaan pedagang asongan yang berkeliling di selasar ruang rawat inap RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan pasien. Aktivitas jual beli di area perawatan tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pasien dan penunggu.

Keluhan itu disampaikan seorang pasien berinisial BSN. Ia mengaku mendapati pedagang asongan berulang kali melintas di selasar ruang rawat inap selama menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Saya dirawat beberapa hari dan itu setiap hari ada pedagang asongan. Setiap pagi antara pukul 08.00 hingga pukul 10.00, dan sore ada juga yang keliling,” ujar BSN kepada sukabumiku.id, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Pasca Aksi Protes, Petani hingga Aktivis Sukabumi Diundang ke Markas Kodim

Menurutnya, para pedagang menawarkan beragam makanan, mulai dari lapis, bibika, lontong, risol, hingga tahu Sumedang.

BSN menilai aktivitas tersebut membuat suasana rumah sakit menyerupai terminal, bukan lingkungan rumah sakit yang seharusnya mendukung kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.

“Jadi seperti mirip di terminal, bukan di rumah sakit. Ini mengganggu kenyamanan. Saya baru pertama kali dirawat di sini, kaget juga. Kirain enggak gini,” ungkapnya.

Baca Juga: Program 12 PAS Kota Sukabumi Berlanjut, 14 Warga Selabatu dan Cikole Terima Bantuan

Selain keberadaan pedagang asongan, BSN juga menyoroti kebersihan toilet serta penggunaan perlengkapan kerja oleh petugas kebersihan yang menurutnya perlu mendapat perhatian.

Ia mempertanyakan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama terkait penggunaan alas kaki dan pakaian kerja saat petugas melakukan aktivitas pembersihan.

“Jadi terkesan nol K3,” kata BSN.

Pedagang Seharusnya Tidak Boleh Masuk

Menanggapi keluhan tersebut, Humas RSUD Palabuhanratu, Billy Agustian, menjelaskan bahwa pedagang asongan biasanya masuk ketika waktu salat, saat pintu masjid dibuka untuk akses penunggu pasien yang hendak beribadah.

“Biasanya pedagang asongan masuk pada saat jam salat karena pintu masjid dibuka untuk akses ke masjid penunggu pasien,” ujar Billy saat dikonfirmasi sukabumiku.id.

Billy menegaskan, pedagang asongan seharusnya tidak diperbolehkan masuk ke area rumah sakit. Ia menyebut para pedagang kerap masuk dengan menghindari pengawasan petugas keamanan.

“Seharusnya pedagang asongan tidak boleh. Itu pedagang kucing-kucingan sama satpam,” katanya.

Baca Juga: Sidak Proyek Underpass Cimahi, KDM Tegaskan Upah Pekerja Tak Boleh Dipotong

Pihaknya menyatakan keluhan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan diteruskan kepada manajemen.

The post Mirip Terminal Bus, Pasien Keluhkan Pedagang Asongan Keliling di RSUD Palabuhanratu first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait