BANDUNG – The Greater Hub SBM ITB bersama Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB, Startup Bandung, Innovation Factory, Geek Hunter, dan Artha Enterprise sukses menyelenggarakan Bandung Startup Pitching Day (BSPD) 2026 di Auditorium Nemangkawi SBM ITB pada Selasa (24/6/2026). Mengusung tema “Impactful Innovation and Beyond”, acara ini menjadi wadah pertemuan startup, investor, akademisi, dan pelaku industri untuk mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 21 startup terpilih bertemu dengan 15 venture capital dan investor dalam rangkaian sesi pitching, networking, dan Artha Speed Dating. Investor yang hadir antara lain Angin Foundation, BNI Ventures, Mandiri Capital Indonesia, Rahmania Islamic Social Ventures, Spill Ventures, TNYI, Telkomsel Ventures, MDI Ventures, Impacto, Hasan VC, Genesia Ventures, Init-6 Ventures, dan DSX Ventures. Kehadiran para investor ini membuka peluang kolaborasi, pendanaan, serta pengembangan bisnis bagi startup yang berpartisipasi.
Acara dibuka oleh Dr. Dina Dellyana, S.Farm., Apt., MBA, selaku Koordinator The Greater Hub ITB sekaligus perwakilan SBM ITB. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh startup, investor, dan mitra yang telah mendukung penyelenggaraan BSPD 2026.
“Kami berharap acara ini dapat menjadi kesempatan bagi startup untuk terhubung langsung dengan para investor. Setiap masukan yang diberikan sangat berharga, tidak hanya selama sesi pitching berlangsung, tetapi juga setelah acara ini berakhir,” ujar Dina.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Melia Famiola, S.TP., M.T., Ph.D., Deputy Director for Area Business Development DKST ITB. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memastikan hasil riset tidak berhenti pada tahap penelitian, melainkan berkembang menjadi solusi yang siap diimplementasikan, dikomersialisasikan, dan memberikan dampak ekonomi maupun sosial yang berkelanjutan.
“Perguruan tinggi perlu menjadi motor penggerak inovasi dengan menerjemahkan hasil riset menjadi solusi yang nyata, membawanya ke masyarakat dan pasar, memperluas dampaknya, serta menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” ungkap Melia.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB, Dr. rer. pol. Eko Agus Prasetio, S.T., MBA, menyoroti pentingnya semangat kewirausahaan di tengah kondisi global yang penuh volatilitas dan ketidakpastian. Ia juga mengapresiasi berbagai mitra yang terus berkolaborasi dalam mendukung perkembangan startup dan inovasi di Indonesia.
“Di tengah kondisi yang penuh volatilitas dan ketidakpastian seperti saat ini, semangat kewirausahaan tetap tumbuh karena adanya keberanian untuk melihat peluang dan menghadapi tantangan. Kami juga mengapresiasi seluruh mitra yang terus menunjukkan komitmen dan kolaborasinya dalam mendukung perkembangan startup dan inovasi,” ujar Eko.
Sebanyak 21 startup dari berbagai sektor turut ambil bagian dalam BSPD 2026, mulai dari pendidikan, teknologi digital, kecerdasan buatan, agritech, energi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Startup yang berpartisipasi antara lain Aleya, ADACareer, Agroboot, Batari Energy, Caraku Academy, COFRE, Concorde Systems, Distrova, Garapdata, Glowhub, HeyAI, KILATSOON, Mantis Agritech, Navigasee, NutriAI, SocialPet.ID, Titik0, TOFLY, WearaTech, Welo Hub, dan Zyx Academy.
Setelah melalui rangkaian pitching dan proses penilaian, BSPD 2026 memberikan penghargaan kepada startup dengan performa terbaik. KILATSOON meraih penghargaan The Most Innovative Startup, TOFLY dinobatkan sebagai The Best Pitch, WearaTech memperoleh penghargaan The Most Impactful Startup, dan Batari Energy terpilih sebagai The Most Marketable Startup.
Pada sesi Artha Speed Dating, Flame Street Indonesia berhasil meraih posisi Winner, disusul Tanabur sebagai 1st Runner Up dan Natance Corporation sebagai 2nd Runner Up. Penghargaan tersebut diberikan kepada startup yang menunjukkan potensi kolaborasi dan daya tarik yang kuat di hadapan investor selama sesi networking berlangsung.
Melalui penyelenggaraan BSPD 2026, SBM ITB dan para mitra kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara startup, investor, akademisi, dan industri dalam memperkuat ekosistem inovasi Indonesia. Kehadiran berbagai solusi yang menjawab tantangan di beragam sektor menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya mampu menciptakan nilai bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Berita ini sudah menggunakan gaya jurnalistik formal dan siap digunakan sebagai siaran pers maupun publikasi media.(*)

















