Bertahun-tahun Terabaikan, Jembatan Gegerbitung–Cirenghas Kian Memprihatinkan

SUKABUMI — Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti Sejak rusak akibat gempa pada 2018, hingga kini belum ada perbaikan permanen, sementara warga terus mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintas.

Jembatan sepanjang sekitar 80 meter itu awalnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada era 1980-an. Kini, struktur utamanya sudah tidak layak, dan hanya ditopang perbaikan darurat menggunakan papan kayu serta bambu.

Kondisi tersebut diperparah saat debit Sungai Cimandiri meningkat. Jembatan kerap putus akibat terjangan air, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem.

Jajang, warga Desa Bencoy yang setiap hari melintasi jembatan tersebut, mengaku diliputi rasa cemas. Ia menyebut jembatan kerap bergoyang saat dilalui dan pernah menyebabkan kecelakaan.

“Takut, kalau lewat jembatan suka bergoyang. Pernah juga ada yang jatuh. Saya tiap hari lewat sini,” ujar Jajang kepada sukabumiku.id, Jumat (01/05/2026).

Ia menambahkan, jembatan tersebut bahkan pernah putus total dan hanya diperbaiki seadanya agar bisa kembali dilalui.

Seorang pemotor melintasi Jembatan Caringin, penghubung Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung dengan Desa Bencoy, Kecamatan Cirenghas, Kabupaten Sukabumi, Jumat (01/05/2026). Kondisi jembatan butuh perbaikan setelah rusak terdampak gempa beberapa tahun lalu. (Foto: Fajar Sidik/Sukabumiku.id)
Seorang pemotor melintasi Jembatan Caringin, penghubung Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung dengan Desa Bencoy, Kecamatan Cirenghas, Kabupaten Sukabumi, Jumat (01/05/2026). Kondisi jembatan butuh perbaikan setelah rusak terdampak gempa beberapa tahun lalu. (Foto: Fajar Sidik/Sukabumiku.id)

“Pernah putus total, tapi tidak lama diperbaiki lagi, hanya untuk jembatan darurat saja,” keluhnya.

Menurut Jajang, keberadaan jembatan sangat penting karena menjadi jalur tercepat bagi warga. Jika tidak bisa dilalui, warga harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang.

“Kalau lewat sini tidak sampai lima menit. Tapi kalau harus mutar lewat Cisepan bisa sampai 6 kilometer,” katanya.

Camat Cirenghas, Lan Maulana Yusup, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut kerusakan jembatan sudah berlangsung lama sejak gempa 2018 dan kerap diperparah banjir.

Ia mengatakan, kerusakan jembatan di wilayah perbatasan itu berdampak langsung terhadap mobilitas warga, khususnya masyarakat dari Kecamatan Gegerbitung.

Menurutnya, jembatan Caringin memiliki peran vital sebagai penghubung utama aktivitas warga dan pelajar di dua kecamatan.

“Jembatan ini sangat vital karena menjadi pusat lalu lintas masyarakat antara Gegerbitung dan Cirenghas,” jelasnya.

Lan Maulana juga berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk segera melakukan perbaikan permanen.

Ia menyampaikan harapan agar ada bantuan untuk memperbaiki jembatan tersebut demi keselamatan warga.

Selain itu, pihak kecamatan mengaku telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kami sudah melakukan survei dan koordinasi. Saat ini masih dalam proses pelaporan agar segera ada penanganan dan mengantisipasi hal-hal yang membahayakan warga,” tandasnya.

Hingga kini, warga masih bergantung pada jembatan darurat tersebut, meski risiko keselamatan terus mengintai setiap hari.

Pos terkait