Bungkam Saat Ditanya Wartawan, Ini Dua SPPG Penyuplai MBG ke Ponpes Baiti Jannati

SUKABUMI — Perwakilan pimpinan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Pondok Pesantren Baiti Jannati, Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, bungkam saat dikonfirmasi wartawan terkait insiden dugaan keracunan yang dialami puluhan hingga ratusan santri.

Perwakilan SPPG tersebut hadir di lingkungan Ponpes Baiti Jannati pada Sabtu (15/8/2026), saat proses pengecekan dan penanganan dugaan gangguan kesehatan yang dialami para santri dan pengajar. Informasi dari pengelola pesantren, dua SPPG penyuplai MBG ke ponpes tersebut adalah SPPG Al Muslim dan SPPG Cemerlang.

Kedatangan pihak SPPG tersebut berlangsung bersamaan dengan kehadira pewaklian Dinas Kesehatan Kota Sukabumi di lokasi pesantren.

Baca Juga: Ratusan Santri Baiti Jannati Sukabumi Keracunan MBG, Muntah Hingga Keluar Busa

Saat ditanya wartawan mengenai makanan MBG yang sebelumnya dikonsumsi para santri serta dugaan keterkaitannya dengan kasus tersebut, perwakilan SPPG memilih bungkam tidak memberikan keterangan.

Pihak SPPG beralasan masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan yang pada saat itu belum keluar.

Dengan demikian, pihak SPPG belum memberikan penjelasan mengenai kemungkinan adanya kaitan antara makanan yang mereka suplai dengan gangguan kesehatan yang dialami para santri.

Selain perwakilan dari dua SPPG, di lokasi juga terlihat seorang perempuan yang merupakan pihak Mitra Dapur.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 134 santri dan pengajar Ponpes Baiti Jannati dilaporkan mendapatkan penanganan medis sejak Jumat (14/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga: Pantai Cimaja Jadi Panggung Peselancar Dunia, Wabup Sukabumi Dorong Wisata Kelas Dunia

Sejumlah santri mengeluhkan mual, pusing, diare hingga muntah setelah mengonsumsi makanan yang diduga berkaitan dengan program MBG.

Sebagian korban kemudian mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Al-Mulk dan RSUD R. Syamsudin atau RS Bunut.

Namun, pihak Ponpes Baiti Jannati sebelumnya menegaskan belum dapat memastikan bahwa MBG merupakan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi telah mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan, termasuk sampel makanan MBG dan makanan yang disiapkan oleh dapur internal pesantren.

Baca Juga: 134 Santri dan Pengajar Ponpes Baiti Jannati Kota Sukabumi Diduga Keracunan MBG

Pengurus Pondok Pesantren Baiti Jannati, Faid Fauzan, mengatakan keluhan kesehatan mulai mencuat secara lebih luas setelah kegiatan Subuh.

Pihak pesantren kemudian membawa sejumlah santri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

“Mencuatnya setelah Subuh. Kami bawa beberapa anak ke puskesmas, lalu dianjurkan ke IGD RSUD Al-Mulk. Karena jumlahnya terus bertambah, sebagian dirujuk ke RSUD Syamsudin,” kata Faid.

Faid menegaskan pihak pesantren belum menyimpulkan bahwa makanan dari program MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri dan pengajar. Ada pun pesantren tersebut mendapatkan suplay MBG dari dua SPPG yakni SPPG Al Muslim  dan SPPG Cemerlang.

Baca Juga: HUT ke-8 Bawaslu, Generasi Muda Kota Sukabumi Disiapkan Jadi Pengawal Demokrasi

Menurutnya, pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan sumber persoalan tersebut.

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi telah mengambil sejumlah sampel untuk diperiksa, baik dari makanan MBG maupun makanan yang disiapkan oleh dapur internal pesantren.

Sampel makanan tersebut selanjutnya akan dibandingkan dengan sampel medis dari para korban untuk membantu memastikan penyebab gangguan kesehatan.

 

The post Bungkam Saat Ditanya Wartawan, Ini Dua SPPG Penyuplai MBG ke Ponpes Baiti Jannati first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait