Dinkes Kota Sukabumi Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Mata Gratis di Cikondang

SUKABUMI – Dinas Kesehatan Kota Sukabumi melalui UPTD Puskesmas Tipar kembali menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan yang mencakup cek kesehatan umum hingga pemeriksaan mata ini akan dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pukesmas Cikondang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Yanti, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan dasar secara mudah dan tanpa biaya. Ini juga menjadi langkah preventif untuk mencegah penyakit yang lebih serius,” ujar Yanti kepada wartawan, Rabu (06/05/26).

Ia menjelaskan, layanan cek kesehatan gratis meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, serta konsultasi kesehatan. Sementara untuk pemeriksaan mata, masyarakat bisa mendapatkan layanan pengecekan kondisi mata dan konsultasi langsung dengan tenaga profesional.

“Kami juga menggandeng pihak Optik Waluya untuk mendukung pemeriksaan mata agar masyarakat bisa mengetahui kondisi penglihatan mereka secara lebih akurat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yanti mengungkapkan bahwa program cek kesehatan gratis (CKG) ini telah mengalami perubahan skema. Awalnya, pada 2024 program ini diluncurkan sebagai “kado ulang tahun” pemerintah, di mana masyarakat yang berulang tahun bisa mendapatkan layanan skrining gratis dalam rentang tiga bulan di bulan kelahirannya.

“Namun program tersebut kurang optimal, sehingga saat ini diubah. Kini setiap warga negara Indonesia memiliki kesempatan satu kali pemeriksaan kesehatan gratis dalam satu tahun,” jelasnya.

Menurutnya, jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi masalah kesehatan, maka peserta akan langsung dirujuk sesuai hasil identifikasi medis agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Seluruh layanan ini juga tercatat dalam aplikasi Satu Sehat Indonesia (ASIK), sehingga data kesehatan masyarakat dapat terpantau secara terintegrasi,” katanya.
Yanti menambahkan, pelaksanaan program CKG bersifat fleksibel. Selain dilakukan di fasilitas kesehatan saat jam kerja, layanan juga bisa digelar di luar gedung maupun di luar jam operasional, terutama dalam kegiatan tertentu.

“Setiap daerah juga memiliki target capaian dari Kementerian Kesehatan yang terus diperbarui setiap tahunnya,” imbuhnya.
Ia menegaskan, program ini sangat penting sebagai langkah deteksi dini.
“Kalau penyakit sudah dalam kondisi parah, tentu penanganannya lebih sulit dan membutuhkan biaya lebih besar. Karena itu, kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan ini,” tegasnya.

Antusiasme warga terhadap program ini pun cukup tinggi. Salah seorang warga, Rina (34), mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan gratis tersebut.

“Program seperti ini sangat bermanfaat, apalagi buat kami yang jarang sempat periksa kesehatan karena biaya. Jadi bisa cek sekaligus tahu kondisi tubuh,” ungkapnya.

Pos terkait