IPDN dan Komisi II DPR RI Perkuat Daya Saing UMKM Sukabumi Lewat Transformasi Digital

SUKABUMI – Upaya memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas di bidang teknologi digital. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bersama Komisi II DPR RI menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Transformasi Pemasaran Digital untuk Pengembangan UMKM Berdaya Saing Global dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kota Sukabumi, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai strategi memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah produk, sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.

Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN, Dr. Sri Hartati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Komisi II DPR RI, IPDN ingin menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata sesuai kebutuhan masyarakat di daerah.

Menurutnya, Kota Sukabumi dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan karena memiliki potensi UMKM yang besar dan membutuhkan penguatan dalam pemanfaatan teknologi digital. Karena itu, roadmap pengabdian masyarakat IPDN di wilayah tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan pemasaran digital agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Sri menjelaskan, IPDN juga terus memperluas jangkauan program pemberdayaan melalui kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, hingga perguruan tinggi di luar negeri. Pengalaman dari jejaring internasional tersebut diharapkan dapat memperkaya inovasi pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Heri Gunawan menegaskan UMKM memiliki peran vital sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Selain menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, sektor ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Namun demikian, ia menilai tingkat adopsi teknologi digital di kalangan UMKM masih perlu terus ditingkatkan. Dari puluhan juta pelaku UMKM di Indonesia, masih banyak yang belum memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usahanya.

Heri Gunawan menekankan bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari apabila pelaku usaha ingin bertahan dan berkembang. Ia mendorong UMKM mulai memanfaatkan berbagai inovasi teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), platform pemasaran digital, sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS dan dompet digital, hingga aplikasi pendukung pengembangan usaha.

Menurutnya, teknologi AI dapat membantu pelaku UMKM dalam menyusun strategi promosi, membuat konten pemasaran, membangun identitas merek, hingga membaca tren pasar secara lebih efektif.

“Melalui kegiatan tersebut, kami harap para peserta diharapkan tidak hanya memahami pentingnya transformasi digital, tetapi juga mampu menerapkannya secara berkelanjutan sehingga UMKM di Kota Sukabumi dapat naik kelas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” pungkasnya.

The post IPDN dan Komisi II DPR RI Perkuat Daya Saing UMKM Sukabumi Lewat Transformasi Digital first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait