
SUKABUMI – Di tengah keterbatasan bahan baku dan akses pasar, seorang perajin asal Kota Sukabumi justru mampu menembus pasar global lewat karya unik berbahan amber. Dialah Jakaria (40), warga Kampung Legok, Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, yang sukses mengubah limbah tambang menjadi perhiasan bernilai tinggi.
Perjalanan Jakaria dalam mengembangkan usaha ini tidak instan. Ketertarikannya terhadap amber bermula dari produk impor asal Eropa, khususnya dari kawasan Baltik. Dari situlah, ia mulai mempelajari karakteristik material tersebut dan mencoba mengolah amber lokal dengan pendekatan berbeda.
“Awalnya saya hanya penasaran dengan kualitas amber luar negeri. Dari situ saya coba bereksperimen dengan bahan lokal sampai akhirnya menemukan ciri khas sendiri,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Jack pada saat diwawancarai Sukabumiku.id di Galery nya, Pada Rabu (29/04/26).
BACA JUGA : Importir Muda Asal Sukabumi Tembus Pasar Global, Bawa Batu Akik hingga Kayu Fosil ke Mancanegara
Ia mengawali usahanya secara sederhana di wilayah Pabuaran sebelum akhirnya menetap dan membangun tempat produksi di Sindangpalay. Selama kurang lebih empat tahun, Jakaria belajar secara langsung dari pengrajin berpengalaman sebelum berani membuka usaha mandiri dengan peralatan terbatas.
Kini, usaha tersebut berkembang signifikan. Jakaria telah memiliki belasan mesin produksi dan memberdayakan sejumlah tenaga kerja lokal. Ia bahkan menjadi satu-satunya pelaku usaha di Kota Sukabumi yang fokus pada produksi amber dalam skala pabrik.
Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari tasbih, gelang, cincin, liontin hingga ukiran khas berbahan amber. Selain menjual produk jadi, ia juga melayani permintaan bahan mentah untuk pelanggan yang ingin mengolah sendiri.
Pasarnya tak lagi sebatas dalam negeri. Produk amber buatan Jakaria telah menjangkau berbagai negara, terutama di kawasan Timur Tengah, serta sejumlah negara Eropa seperti Italia dan Spanyol hingga Amerika. Penjualan dilakukan melalui jaringan relasi dan pemanfaatan platform digital.
“Alhamdulillah sekarang banyak permintaan dari luar negeri. Sebagian besar dari Timur Tengah, tapi ada juga dari Eropa dan Amerika,” katanya.
BACA JUGA : Batu Akik Kota Sukabumi Kembali Bersinar, 500 Koleksi Ramaikan HUT ke-112
Bahan baku yang digunakan berasal dari Sumatera, yang merupakan sisa hasil aktivitas pertambangan batubara. Di tangan Jakaria, limbah tersebut disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan sentuhan seni dan ketelitian.
Meski telah merambah pasar internasional, ia mengakui masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal biaya logistik. Tingginya ongkos pengiriman menjadi salah satu kendala dalam memperluas jangkauan pasar.
“Biaya kirim ke luar negeri masih cukup mahal, itu jadi tantangan kami untuk bersaing,” ujarnya.
Jakaria berharap adanya dukungan dari pemerintah, khususnya dalam membantu pelaku UMKM ekspor agar lebih efisien dalam distribusi. Ia optimistis, dengan dukungan tersebut, produk lokal seperti amber Sukabumi dapat semakin dikenal di kancah global.
Kisah Jakaria menjadi inspirasi bahwa dari sesuatu yang dianggap tak bernilai, dapat lahir peluang besar. Dengan ketekunan dan inovasi, limbah pun bisa menjelma menjadi komoditas unggulan yang diminati pasar dunia. (Rob/Ky)
The post Jakaria Pengusaha Amber di Kota Sukabumi Yang Tembus Pasar Internasional first appeared on Sukabumi Ku.














