Tak Sekadar Monitoring, Korwil SPPG dan Satgas MBG Siap Kawal Kualitas Program di Kota Sukabumi

KoSUKABUMI – Pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi akan diperkuat melalui kolaborasi antara Satuan Tugas (Satgas) MBG dan Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh dapur MBG menjalankan program sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator Wilayah SPPG Kota Sukabumi, Septo, menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan Satgas MBG maupun Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendukung kelancaran program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat tersebut.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan Satgas. Walaupun ini program pusat, lokasi dapurnya berada di daerah sehingga koordinasi dan sinergi menjadi sangat penting agar program berjalan lancar dan sesuai ketentuan,” ujar Septo.

BACA JUGA : Hasil Rapat Bersama Wali Kota, SPPG di Kota Sukabumi Siap Berbenah dan Melakukan Evaluasi

Menurutnya, dalam pelaksanaan monitoring nanti, pihak SPPG akan membawa berbagai dokumen dan regulasi yang diterbitkan BGN untuk dicocokkan dengan kondisi di lapangan. Hasil pengawasan tersebut akan menjadi bahan evaluasi guna memperbaiki berbagai aspek yang masih perlu dibenahi.

Septo menjelaskan, tugas utama Satgas MBG lebih berfungsi sebagai support system yang membantu memastikan program berjalan baik. Satgas berperan melakukan monitoring, memberikan masukan, serta menyampaikan rekomendasi kepada pihak yang berwenang apabila ditemukan persoalan di lapangan.

“Satgas lebih kepada monitoring dan membantu mensukseskan program. Untuk kewenangan penindakan tetap berada di BGN melalui Deputi Pemantauan dan Pengawasan. Satgas sifatnya memberikan rekomendasi dan dukungan,” jelasnya.

BACA JUGA : 3 SPPG di Kota Sukabumi Masih Disuspend, Terkendala IPAL dan Perbaikan Infrastruktur

Ia menambahkan, berbagai perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas memiliki peran sesuai bidang masing-masing. Dinas Kesehatan misalnya dapat membantu aspek kesehatan dan gizi, sementara Dinas Lingkungan Hidup berperan dalam pengawasan pengelolaan limbah dapur MBG.

“Kalau ada masukan terkait pengelolaan sampah, kesehatan, atau inovasi lainnya, tentu bisa menjadi bahan koordinasi bersama. Intinya bagaimana program ini berjalan lebih baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.

Dalam waktu dekat, Satgas MBG bersama Korwil SPPG akan mulai melakukan kunjungan lapangan. Septo menyebut agenda tersebut tengah dikoordinasikan dan diharapkan dapat terlaksana dalam pekan ini atau pekan depan setelah masa libur berakhir.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan Korwil SPPG, empat dari lima SPPG yang sebelumnya berstatus suspend kini telah kembali beroperasi setelah melakukan berbagai perbaikan.

“Informasi yang kami terima dari Korwil, empat SPPG yang sebelumnya sempat dihentikan sementara sudah kembali berjalan. Artinya sudah ada perbaikan. Namun kami tetap akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan semuanya sesuai standar,” kata Taufik.

Menurutnya, pengawasan tidak dilakukan secara parsial, melainkan melibatkan unsur lintas sektor yang tergabung dalam Satgas MBG. Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai penting agar seluruh aspek pelaksanaan program dapat dipantau secara menyeluruh.

“Kami akan turun bersama tim. Jadi pengawasannya dilakukan secara kolaboratif sehingga hasilnya lebih komprehensif,” ujarnya.

Selain memeriksa aspek teknis seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan pengelolaan lingkungan, Satgas juga akan memastikan seluruh SPPG memenuhi kewajiban sertifikasi halal yang menjadi salah satu syarat utama dalam penyelenggaraan Program MBG.

“Sebagian besar sudah berproses, namun masih ada yang melengkapi dokumen administrasi. Kami mengimbau agar proses sertifikasi halal segera dituntaskan karena ini merupakan syarat penting yang harus dipenuhi,” tegas Taufik.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengawasan tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga kualitas layanan yang diterima masyarakat sebagai penerima manfaat. Mulai dari kualitas bahan baku, proses penyimpanan, hingga menu makanan yang disajikan harus memenuhi standar keamanan dan gizi.

“Ini menyangkut kebutuhan masyarakat. Jangan sampai bahan baku disimpan terlalu lama sehingga kualitasnya menurun. Menu yang diberikan harus yang terbaik dengan bahan-bahan berkualitas agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

The post Tak Sekadar Monitoring, Korwil SPPG dan Satgas MBG Siap Kawal Kualitas Program di Kota Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait