
SUKABUMI – Mengenalkan mitigasi bencana kepada anak usia dini tidak harus dilakukan dengan materi yang rumit dan menakutkan.
Melalui karakter boneka tangan, anak-anak Kelompok Bermain (KB) Baitul Makmur Sukabumi diajak mengenali berbagai jenis bencana sekaligus memahami langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya, Rabu (5/8/2026).
Edukasi tersebut digelar Yayasan Cahaya Fajar Abadi (CFA) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Bakso Mercon Taichan, Perpaduan Gurih dan Pedas yang Bikin Nagih
Berdasarkan pantauan, metode bercerita menggunakan boneka tangan membuat anak-anak antusias mengikuti materi yang dibawakan pendongeng dari BPBD Kabupaten Sukabumi.
Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi turut terlibat aktif dalam proses belajar dan bermain selama penyampaian materi kebencanaan.
Ketua Yayasan CFA Fitri Dwiputri Ariyani mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan pengetahuan mengenai kebencanaan dan pencegahannya sejak usia dini.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, 2.383 KK di Empat Kecamatan Kota Sukabumi Terdampak
“Kami punya harapan, anak-anak ini bisa teredukasi dan mengaplikasikan berbagai upaya pencegahan bencana sedini mungkin, seperti tidak membuang sampah sembarangan agar tidak terjadi banjir atau tidak asal menebang pohon supaya tidak terjadi longsor,” ujar Fitri.
Menurutnya, penggunaan metode yang menyenangkan menjadi penting karena materi kebencanaan harus disampaikan dengan cara yang sesuai dengan usia anak.
Fitri menilai metode edukasi menggunakan boneka tangan yang dimiliki BPBD Kabupaten Sukabumi mampu membuat pesan mitigasi lebih mudah diterima anak-anak.
“Alhamdulillah, di BPBD Kabupaten Sukabumi memiliki metode yang luar biasa keren. Akhirnya kami bisa berkolaborasi hingga terlaksananya kegiatan ini,” katanya.
Pemateri BPBD Kabupaten Sukabumi Buby Zulfikar Rachman mengatakan boneka tangan memang menjadi salah satu metode yang diandalkan ketika edukasi kebencanaan menyasar anak-anak.
“Metode menggunakan boneka tangan ini respons dari anak-anaknya luar biasa. Sehingga ini menjadi unggulan ketika audiensnya anak-anak,” kata Buby.
Selain edukasi mitigasi bencana, Yayasan CFA membagikan Iqro kepada anak-anak sebagai bagian dari program yang dijalankan yayasan untuk membantu mengurangi buta aksara Alquran.
Fitri mengatakan program pembagian Iqro akan terus berjalan dan dikolaborasikan dengan kegiatan edukasi lainnya agar manfaat yang diberikan kepada masyarakat semakin luas.
“Program kerja kami yang membagikan Iqro terus berjalan, namun dikombinasikan dan dikolaborasikan dengan sosialisasi lainnya. Hal itu agar kehadiran kami dapat terus bermanfaat bagi masyarakat, baik dalam jangka pendek ataupun panjang,” ungkapnya.
Yayasan CFA juga berencana melanjutkan pola kolaborasi serupa dengan BPBD maupun pihak lainnya dalam kegiatan mendatang.
“Insya Allah kami akan terus berkolaborasi untuk mengurangi buta aksara Alquran dan mengedukasi anak-anak. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah terlibat dan membantu berbagai kegiatan kami,” ujar Fitri.
Kepala KB Baitul Makmur Hj Enih Sunarti menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar tambahan bagi anak didiknya dan sejalan dengan pembelajaran di sekolah.
“Ini metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. Termasuk kebermanfaatan dari Iqro yang diberikan untuk anak-anak mengenal huruf-huruf Hijaiyah,” pungkasnya.
The post Kenalkan Mitigasi Bencana Sejak Dini, Anak-anak KB Baitul Makmur Sukabumi Belajar Lewat Boneka Tangan first appeared on Sukabumi Ku.

















