BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Penataan kawasan sekitar bandara hingga pembenahan infrastruktur dilakukan untuk mendukung peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kewenangan operasional penerbangan berada di pemerintah pusat dan Angkasa Pura. Sementara itu, Pemkot Bandung berfokus menata kawasan penunjang agar memberikan kesan positif bagi wisatawan yang datang ke Kota Bandung.
“Persiapan dari sisi Kota Bandung begitu wisatawan keluar dari bandara, mereka harus langsung merasa nyaman melihat Kota Bandung yang bersih dan indah,” kata Farhan (23/7/2026).
Sebagai bagian dari penataan, Pemkot Bandung akan membangun Gerbang Husein serta menyesuaikan tampilan kawasan Gerbang Tol Pasteur sebagai pintu masuk utama menuju Kota Bandung.
Menurut Farhan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman pertama yang baik bagi wisatawan maupun pelaku usaha yang datang melalui Bandara Husein Sastranegara.
“Langkah yang akan kami lakukan yaitu membangun Gerbang Husein dan menyesuaikan tampilan kawasan Gerbang Tol Pasteur sebagai pintu masuk utama ke Kota Bandung,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Bandara Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan mulai Agustus 2026. Menurutnya, reaktivasi bandara akan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi di Kota Bandung.
“Kami mendapat kabar gembira bahwa Bandara Husein diaktifkan kembali pada bulan Agustus. Ini akan memberikan implikasi terhadap meningkatnya pariwisata dan jumlah kunjungan ke Kota Bandung,” kata Dedi.
Seiring reaktivasi bandara, Dedi meminta kualitas layanan publik di Kota Bandung terus ditingkatkan. Kebersihan kota, kondisi trotoar, penerangan jalan umum (PJU), hingga kualitas jalan dinilai harus sejalan dengan citra Bandung sebagai kota tujuan wisata.
“Kebersihan harus terjaga, trotoar harus bersih, lampu jalan harus menyala, jalannya harus halus,” ujarnya.
Dedi menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus berkolaborasi dengan Pemkot Bandung dalam penataan kota, mulai dari penanganan sampah, penataan kawasan, hingga peningkatan infrastruktur pendukung.
Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat melalui Bandara Husein harus diimbangi dengan pelayanan publik yang semakin baik agar wisatawan memperoleh pengalaman positif selama berada di Kota Bandung.
“Kota Bandung adalah wajah Jawa Barat, sehingga pelayanan publiknya juga harus modern,” tuturnya. (*)

















