Farhan Lepas Ratusan Rider RoRI, Ambar Widodo Jadi Presiden dan Danlanud Anggota Kehormatan

BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melepas peserta Rolling Thunder Royal Riders Indonesia (RoRI) dari Balai Kota Bandung menuju Lanud Husein Sastranegara, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan satu dekade RoRI yang diikuti keluarga besar komunitas pengguna dan pencinta Royal Enfield dari berbagai daerah di Indonesia.

Perayaan bertajuk RoRI X – One Decade of Royal Soul itu sekaligus menandai babak baru organisasi dengan dilantiknya Ambar Widodo sebagai Presiden RoRI periode 2026–2028.

Bacaan Lainnya

Prosesi pelepasan Rolling Thunder oleh Farhan menjadi pembuka rangkaian perayaan satu dekade RoRI. Puluhan hingga ratusan rider dari berbagai wilayah bergerak bersama dalam satu barisan menuju Lanud Husein Sastranegara. Rolling Thunder tersebut membawa semangat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan RoRI, yakni Brotherhood, Respect, Loyalty, dan Safety Riding.

Kehadiran Farhan menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah kota terhadap kegiatan komunitas yang berlangsung di Bandung. Dari Balai Kota Bandung, rombongan kemudian menuju Lanud Husein Sastranegara yang menjadi lokasi utama perayaan satu dekade RoRI.

“Bandung adalah kota yang tumbuh bersama komunitas. Kami menyambut baik kegiatan RoRI karena menjadi ruang silaturahmi, dan menjadi contoh bagaimana komunitas dapat menjaga keselamatan dan memberi energi positif bagi kota Bandung. Selamat untuk RoRI yang memasuki satu dekade,” ujar Farhan.

Dukungan terhadap penyelenggaraan RoRI X juga datang dari Komandan Lanud Husein Sastranegara, Marsekal Pertama TNI M.D. Irman Fathurahman, S.E., M.M. Danlanud hadir dalam rangkaian perayaan dan menyampaikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan RoRI X serta menyambut baik semangat kebersamaan dan persaudaraan yang dibangun komunitas tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kesempatan yang diberikan sehingga perayaan satu dekade RoRI dapat berlangsung di Lanud Husein Sastranegara, Danlanud kemudian dianugerahi sebagai Anggota Kehormatan RoRI. Prosesi tersebut ditandai dengan penyematan Vest Anggota Kehormatan RoRI.

Bagi RoRI, keterlibatan dua figur publik tersebut memberi warna tersendiri dalam perayaan satu dekade organisasi. Di tengah rangkaian perayaan tersebut, RoRI juga melakukan estafet kepemimpinan nasional.

Ambar Widodo resmi dilantik sebagai Presiden RoRI periode 2026–2028. Prosesi pelantikan ditandai dengan pelepasan Pin Jabatan Presiden periode 2024–2026 oleh perwakilan Founder dan Wiseman, dari Presiden Harry Prasetyo, yang kemudian dilanjutkan dengan penyematan Pin Jabatan Presiden kepada Ambar Widodo.

Sejak berdiri pada 2016, RoRI telah berkembang menjadi komunitas pengguna dan pencinta Royal Enfield yang memiliki 17 Chapter dan 24 Sub-Chapter di berbagai wilayah Indonesia. Ambar mengatakan, memasuki dekade kedua, selain pertumbuhan anggota, hal terpenting yang perlu dijaga adalah kualitas organisasi dan persaudaraan di dalamnya.

“Saya menerima amanah ini dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Sepuluh tahun RoRI bukan perjalanan satu atau dua orang. RoRI dibangun oleh banyak tangan, pemikiran, waktu, loyalitas, dan dedikasi dari seluruh keluarga besar Royal Riders Indonesia,” kata Ambar.

“Yang sudah baik akan kami lanjutkan, yang masih perlu diperbaiki akan kami sempurnakan, dan yang belum selesai akan kami tuntaskan bersama,” ujarnya.

Salah satu pesan utama Ambar dalam kepemimpinannya adalah pentingnya tata kelola organisasi yang konsisten.

Ia menegaskan, seluruh kebijakan RoRI akan mengacu pada AD/ART dan kepentingan organisasi. Prinsip tersebut, menurut dia, harus berlaku setara bagi seluruh anggota, Chapter, maupun Sub-Chapter.

“Tegak lurus bagi saya berarti konsisten terhadap AD/ART, adil kepada semua, transparan dalam menjalankan amanah, dan menempatkan kepentingan RoRI di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” kata Ambar.

“Proses demokrasi organisasi telah selesai. Sekarang waktunya menyatukan kembali energi untuk bekerja, berkarya, dan menjaga RoRI bersama,” ujarnya.

Memasuki periode 2026–2028, RoRI menyiapkan sejumlah agenda untuk memperkuat organisasi. Agenda tersebut mencakup penguatan tata kelola dan administrasi, transparansi dan akuntabilitas keuangan, penguatan Chapter dan Sub-Chapter, kaderisasi kepemimpinan, peningkatan kolaborasi antardaerah, serta transformasi digital organisasi.

Dalam rangkaian inaugurasi, RoRI juga melakukan penyematan Pin Marshal dan Deputy Marshal periode 2026–2028. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya sinergi antara Pengurus Pusat dengan kepemimpinan Chapter dan Sub-Chapter di berbagai daerah.

Perayaan RoRI X juga diisi dengan berbagai kegiatan, selain Rolling Thunder, kegiatan komunitas, seremoni satu dekade, pemberian penghargaan, Inauguration Ceremony, hingga hiburan. Namun, bagi Ambar, arti satu dekade RoRI tidak berhenti pada perayaan. Ia ingin momentum tersebut menjadi titik awal untuk membangun organisasi yang lebih matang.

“Besar bukan hanya tentang berapa banyak anggota yang kita miliki. Bagi kami, organisasi yang kuat adalah organisasi yang tata kelolanya baik, anggotanya merasa memiliki, daerahnya mendapatkan ruang untuk berkembang, dan persaudaraannya tetap terjaga,” kata dia.

Ambar menyadari bahwa kepemimpinan dalam sebuah organisasi komunitas pada akhirnya bersifat sementara. Karena itu, ia menempatkan keberlanjutan RoRI di atas kepentingan individu maupun kepengurusan.

“Kepengurusan akan berganti dan jabatan memiliki masa. Tetapi RoRI harus selalu lebih besar daripada siapa pun yang sedang memimpinnya,” ujarnya.

“Tanggung jawab kita adalah menjaga RoRI hari ini dan mewariskannya dalam keadaan yang lebih baik kepada generasi berikutnya.”

Royal Riders Indonesia merupakan komunitas pengguna dan pencinta sepeda motor Royal Enfield di Indonesia yang berdiri sejak 2016. Memasuki dekade kedua, RoRI membawa agenda untuk memperkuat persaudaraan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, keselamatan berkendara, kolaborasi antardaerah, serta kontribusi positif kepada masyarakat. Pergantian kepemimpinan pada usia 10 tahun menjadi awal dari perjalanan berikutnya.

“Tegak lurus pada AD/ART. Adil kepada semua. Jaga RoRI, rawat persaudaraan, lanjutkan perjalanan,” tegas Ambar. (*)

Pos terkait