Sukabumi — Kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Bersama Mitra Kerja dilaksanakan di Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al Fithroh, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pembangunan keluarga berkualitas, perencanaan keluarga, serta persiapan generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dadi Ahmad Roswandi, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, dan Zainul Munasichin, Anggota DPR RI Komisi IX, sebagai narasumber. Keduanya menyampaikan materi mengenai pentingnya pembangunan keluarga, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Dalam pemaparannya, Dadi Ahmad Roswandi menegaskan bahwa terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 harus didukung oleh generasi muda yang sehat, memperoleh asupan gizi yang cukup, serta terlindungi dari risiko stunting. Menurutnya, setiap anak merupakan generasi penerus bangsa yang berhak memperoleh pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk gizi dan pendidikan, agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Ia juga menyoroti angka kelahiran di Kabupaten Sukabumi yang disebut mencapai sekitar 71 bayi per hari. Kondisi tersebut menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kualitas sumber daya manusia sejak awal kehidupan. Di samping itu, pertumbuhan penduduk perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, antara lain melalui upaya menjaga alam dan menanam pohon.
Melalui Program Generasi Berencana (GenRe), Dadi turut mengajak generasi muda menerapkan prinsip Triad KRR, yaitu menghindari pernikahan dini, seks pranikah, serta penyalahgunaan NAPZA. Ia juga menekankan pentingnya menjauhi perilaku berisiko, mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang, dan membangun masa depan yang sehat serta bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, turut disosialisasikan usia ideal menikah, yakni minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Persiapan menuju kehidupan berkeluarga diharapkan dapat membantu generasi muda mengambil keputusan secara bijak dengan mempertimbangkan kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi.
Sementara itu, Zainul Munasichin, Anggota DPR RI Komisi IX, menyampaikan bahwa pembangunan keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan bangsa yang kuat dan sejahtera. Menurutnya, keluarga berkualitas berawal dari perencanaan yang baik, mulai dari kesiapan untuk menikah, menentukan jumlah anak, hingga mengatur jarak kelahiran sesuai dengan kondisi dan kemampuan keluarga.
Ia menegaskan bahwa perencanaan keluarga bukan semata-mata bertujuan membatasi kelahiran, melainkan memastikan setiap anak memperoleh perhatian, pengasuhan, pendidikan, serta pemenuhan kebutuhan yang layak. Dengan perencanaan yang tepat, keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam perspektif keagamaan, Zainul juga mengaitkan perencanaan keluarga dengan konsep Maqashid Syariah, khususnya prinsip menjaga keturunan (hifz an-nasl). Prinsip tersebut menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan generasi agar tumbuh sehat, berkualitas, dan memiliki masa depan yang baik.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya Program Bangga Kencana dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Sinergi antara pemerintah, mitra kerja, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) merupakan program pemerintah yang berfokus pada pembangunan keluarga, pengelolaan kependudukan, dan penyelenggaraan keluarga berencana. Program ini bertujuan mewujudkan keluarga berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perencanaan kehidupan berkeluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.












