Sosialisasi sistem drainase Sekolah Rakyat di Soreang Kab. Bandung adanya warga terdampak banjir

KABUPATEN BANDUNG – Puluhan warga perwakilan dari RW 14 dan 15 Kp. Cipetir dan Bandawa menghadiri sosialisasi sistem drainase Sekolah Rakyat (SR) Soreang di di GOR Desa Soreang, Kec. Soreang Kab. Bandung (03/7/2026) siang, yang diselenggarakan Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU Jawa Barat.

Tomi Hendrato (Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU Jawa Barat) mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kab. Bandung, tepatnya di daerah Soreang. SR akan digunakan pada Juli ini. Untuk belajar bagi siswa/siswi yang kurang beruntung. Semua kegiatan belajar di dalam dari mulai asrama dan sarana olah raga. Sosialisasi ini terkait adanya masalah drainase untuk mencegah banjir. Kami akan bangun kolam retensi dan sumur serapan 39 titik untuk mengendalikan air hujan di lokasi komplek SR. Air akan dialirkan kembali keluar melalui saluran.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Hendra Wardana (Kades Soreang) mengatakan, SR dibangun di RW 14 dan 15, ditengahnya ada sungai kecil (selokan) sekarang ditutup, sementara di sekitar area pesawahan. Sudah menyarankan jangan di urug dulu yang tengah, karena akan menimbulkan banjir dan air langsung ke rumah warga karena mengikuti yang rendah. Ini proyek strategis yang bagus, tapi harus memikirkan dampaknya terhadap masyarakat. Musim kemarau ini tidak akan banjir, tetapi apabila musim hujan akan berdampak banjir. Ini karena empat aliran sungai kecil (selokan) tidak ada, ini harus menjadi suatu pemikiran. Sebagai masukan kepada pihak proyek agar membuat enam saluran air, jangan dua saluran.

Dilain pihak, Wawan Puji Siswanto (PM PT. Brantas KSO PT. Prima) mengatakan, gambaran saluran dan batas kawasan, semua air hujan akan di tampung dulu, baru disalurkan ke perumahan warga. Ini untuk menghindari air secara langsung ke perumahan warga. Pembayaran kompensasi bagi warga terdampak akan dibayarkan pada 4 Juli 2026.(Tedig)

Pos terkait