TPS Mulai Penuh, PKK Sukabumi Dorong Warga Kelola Sampah dari Rumah

SUKABUMI – Persoalan sampah menjadi perhatian serius di Kota Sukabumi. Kondisi tempat pembuangan sementara (TPS) yang mulai penuh mendorong Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi mengajak masyarakat mengubah pola pengelolaan sampah, terutama dengan menyelesaikannya sejak dari rumah.

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan penanganan di hilir. Pengurangan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga sebagai sumber utama timbulan sampah.

Hal tersebut disampaikan Ranty dalam kegiatan pelantikan Ketua TP-PKK Kecamatan Lembursitu dan Warudoyong serta talkshow “Aku Hatinya PKK” yang digelar di Ruang Pertemuan Gedung PKK Kota Sukabumi, Rabu (12/8/2026).

“Jadi menyelesaikan sampah itu sejak dari hulu atau dari rumah tangga, karena TPS kita sudah penuh. Bagaimana solusinya agar setiap rumah tangga menyelesaikan sampah sejak dari rumah,” ujar Ranty.

Menurutnya, keterlibatan kader PKK sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Kader diharapkan dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing untuk mengedukasi keluarga agar mulai memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya.

Ranty menilai persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan menambah kapasitas penampungan apabila produksi sampah dari rumah tangga terus meningkat. Karena itu, diperlukan perubahan kebiasaan masyarakat melalui pengurangan, pemilahan, penggunaan kembali, hingga pengolahan sampah yang masih memiliki nilai manfaat.

“Nanti kita akan praktik pembuatan biopori. Paling utama dari semuanya adalah kesadaran dari masyarakat, karena penyelesaian sampah ini perlu dukungan dari semua pihak,” katanya.

Upaya tersebut diperkuat melalui talkshow “Aku Hatinya PKK” yang menghadirkan Kepala Bidang Pokja 3 TP-PKK Kota Sukabumi, Dr. Eneng Rahmi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah melalui sesi bedah buku.

Eneng menjelaskan, konsep ekonomi sirkular menempatkan sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, tetapi dapat kembali dimanfaatkan sebagai sumber daya melalui penggunaan kembali, pengurangan, dan daur ulang.

“Saat ini sampah merupakan masalah bersama. Namun dengan penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah rumah tangga, sampah tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sumber daya yang bernilai ekonomi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular harus dimulai dari kesadaran keluarga. Pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi langkah awal agar sampah organik dan anorganik dapat ditangani sesuai karakteristiknya.

“Pengelolaan sampah yang baik dimulai dari kesadaran keluarga, pemilahan di sumber, hingga pengolahan yang bermanfaat,” tambahnya.

Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi bedah buku. Diskusi juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai kendala pengelolaan sampah yang ditemui di lingkungan masing-masing sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Ranty mengatakan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada sesi edukasi. TP-PKK Kota Sukabumi akan melanjutkan dengan berbagai kegiatan sosialisasi dan praktik pengelolaan sampah agar pemahaman yang diperoleh kader dapat diterapkan langsung di lingkungan masyarakat.

Ia berharap gerakan tersebut mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat sehingga volume sampah yang dibuang ke TPS dapat ditekan.

“Kalau dari rumah sudah dilakukan pemilahan dan pengolahan, tentu sampah yang dibawa ke TPS akan berkurang. Ini yang ingin kita dorong bersama

The post TPS Mulai Penuh, PKK Sukabumi Dorong Warga Kelola Sampah dari Rumah first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait