BANDUNG – Sebanyak 170 wisudawan dan wisudawati Universitas Halim Sanusi (UHS) resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda yang digelar Sabtu, 29 Agustus 2026, di El Hotel Bandung. Mengusung tema “Nusantara Leader Summit: Awakening the Future Leader”, momentum tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan baru para lulusan di tengah kehidupan dan dunia profesional.
Tema tersebut tidak hanya menjadi slogan kegiatan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi sekaligus pijakan nilai dalam menjalani kehidupan.
Prosesi wisuda dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya KH Nazar Haris, MBA, Ketua BPH PT PUI, serta Raizal Arifin, Ketua DPP PUI. Turut hadir Anggota DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pakar Pusat Wanita PUI, Hj. Ledia Hanifa Amaliah, S.Si., M.Psi.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Ledia Hanifa Amaliah menyampaikan pesan kepada para wisudawan mengenai bekal kehidupan yang telah diberikan PUI melalui Universitas Halim Sanusi.
Menurutnya, pendidikan di UHS tidak hanya memberikan bekal akademik dan profesional, tetapi juga mengarahkan mahasiswa agar memiliki pegangan dalam menentukan jalan hidup.
“PUI melalui UHS sudah memberi bekal jalan hidup kepada kalian dengan mengarahkan dan mengingatkan. Di manapun kalian berada, orientasinya adalah kepada Allah. Di manapun kalian berada, Allah-lah yang menjadi tujuan,” ujar Hj. Ledia di hadapan para wisudawan dan wisudawati.
Ia menegaskan, nilai tersebut harus tetap menjadi pegangan para lulusan, apa pun profesi maupun jalan kehidupan yang nantinya mereka pilih.
“Apapun profesinya, Allah yang menjadi arah tujuan. Apapun yang kalian hadapi, kembalilah kepada Allah. Karena sesungguhnya jalan Allah sudah tersedia,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar. Setelah meninggalkan kampus, para lulusan akan menghadapi berbagai pilihan, tantangan, serta realitas kehidupan yang membutuhkan keteguhan prinsip.
Selain prosesi pengukuhan 170 wisudawan dan wisudawati, wisuda UHS juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Universitas Halim Sanusi dan Dinas Kesehatan Kota Bandung dalam rangka pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan wisuda turut dimeriahkan dengan opening theatrical yang dipersembahkan oleh mahasiswa UHS. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari kreativitas mahasiswa sekaligus memberikan nuansa berbeda pada pembukaan prosesi wisuda.
Melalui tema “Nusantara Leader Summit: Awakening the Future Leader”, UHS menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan orientasi kehidupan.
Bagi 174 wisudawan dan wisudawati, hari wisuda menjadi awal dari perjalanan baru. Dunia setelah kampus akan menghadirkan berbagai profesi, kesempatan, dan tantangan. Namun, pesan yang dibawa dari kampus tetap sama: di manapun berada, apa pun profesinya, dan apa pun yang dihadapi, Allah tetap menjadi tujuan dan tempat untuk kembali.(*)

















