CIMAHI – Di tengah padatnya jadwal sebagai pesepak bola profesional, gelandang Persib Bandung dan Timnas Indonesia, Bechkam Putra Nugraha, berhasil menuntaskan pendidikan tinggi. Ia resmi meraih gelar sarjana dari Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi.
Momen kelulusan itu dirayakan dalam prosesi wisuda yang digelar di Auditorium Unjani pada Rabu (14/4/2026). Bechkam tampil bersama ribuan wisudawan lainnya, mengikuti seluruh rangkaian acara termasuk pengalungan medali kelulusan oleh rektor.
Menariknya, pemain Persib bernomor punggung 7 tersebut mengekspresikan kebahagiaannya dengan selebrasi khas “ice cold” yang selama ini identik dengannya di lapangan hijau. Aksi tersebut seolah menjadi simbol bahwa perjuangannya di dunia akademik sama pentingnya dengan karier sepak bola.
Bechkam mengaku perjalanan menyelesaikan kuliah bukan hal mudah. Sejak masuk sebagai mahasiswa pada 2022, ia harus membagi fokus antara pendidikan dan tanggung jawab sebagai pemain klub serta tim nasional. Mobilitas tinggi, termasuk pertandingan tandang hingga ke luar negeri, menjadi tantangan tersendiri.
Namun, sistem pembelajaran hybrid yang diterapkan kampus membantunya tetap mengikuti perkuliahan. Dengan kombinasi kelas daring dan tatap muka, ia bisa menyesuaikan jadwal belajar di sela latihan dan pertandingan.
Tantangan terbesar justru datang saat penyusunan skripsi. Keterbatasan waktu dan jarak membuatnya harus aktif berkomunikasi dengan dosen pembimbing agar proses penelitian tetap berjalan. Meski memakan waktu cukup lama, ia akhirnya berhasil menyelesaikan tahap akhir tersebut.
Ke depan, Bechkam tidak ingin berhenti di jenjang sarjana. Ia berencana melanjutkan studi ke tingkat magister, tetap di kampus yang sama. Baginya, pendidikan merupakan bekal penting untuk kehidupan di luar sepak bola.
Sementara itu, pihak Unjani Cimahi pada periode wisuda kali ini melepas lebih dari 1.800 lulusan dari berbagai program studi. Rektor Agus Subagyo menyebutkan bahwa total lulusan sebenarnya mencapai lebih dari 2.000 orang, meski tidak semuanya mengikuti prosesi wisuda.
Ia juga menegaskan bahwa kampusnya membuka peluang bagi berbagai kalangan, termasuk profesional seperti atlet dan pejabat, untuk tetap bisa mengenyam pendidikan melalui sistem perkuliahan yang fleksibel.














