Ironi Wisata Pondok Halimun Sukabumi: Dipromosikan, Tapi Jalannya Hancur Berantakan

SUKABUMI – Pesona alam Pondok Halimun di kaki Gunung Gede Pangrango masih menjadi daya tarik wisatawan. Namun di balik keindahannya, akses jalan menuju lokasi justru menuai keluhan karena kondisinya yang rusak parah.

Kerusakan terlihat hampir di sepanjang jalur dari portal karcis di Perbawati hingga gerbang Pondok Halimun. Dengan panjang sekitar dua kilometer, jalan tersebut dipenuhi aspal yang mengelupas, berubah menjadi tanah, bebatuan, hingga kubangan lumpur.

Bacaan Lainnya

Bayu Permana, warga Sukabumi, mengaku kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan. Menurutnya, kerusakan semakin terasa saat turun hujan karena jalan menjadi licin dan berbahaya.

Spanduk ajakan berwisata yang dipasang di pinggir akses jalan menuju Pondok Halimun di Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Foto: Istimewa

“Jalannya rusak hampir sepanjang jalur. Kalau hujan, jadi licin sekali, pengendara harus ekstra hati-hati,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Aji Maulana. Ia menuturkan, saat momen libur Lebaran, kerusakan jalan berdampak langsung pada arus lalu lintas menuju kawasan wisata tersebut.

“Waktu awal libur Lebaran kemarin sempat macet. Kendaraan antre karena jalannya rusak, tidak bisa jalan cepat, apalagi pengunjung lagi ramai,” katanya.

Ironisnya, di tengah kondisi akses yang memprihatinkan, promosi wisata Pondok Halimun justru terus digencarkan.

Sejumlah spanduk promosi dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi terpasang di sepanjang jalur menuju lokasi.

Dalam spanduk tersebut, terpampang ilustrasi Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar yang mengajak masyarakat untuk berkunjung.

Pondok Halimun sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi legendaris di Sukabumi. Berlokasi di kaki Gunung Gede Pangrango, kawasan ini menawarkan suasana sejuk, hening, serta hamparan perkebunan teh yang menjadi favorit wisatawan.

Namun kondisi infrastruktur yang kurang memadai dinilai berpotensi mengurangi kenyamanan pengunjung. Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki akses jalan tersebut.

“Sayang sekali tempatnya bagus, tapi jalannya tidak mendukung. Harusnya diperbaiki supaya wisatawan lebih nyaman,” ucap Bayu.

Pos terkait