
TASIKMALAYA — Film serial sejarah Raden Patrakusumah karya Kesultanan Selacau, Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, menembus perhatian dunia internasional. Tayangan yang dipublikasikan melalui platform YouTube itu dikabarkan mendapat respons langsung dari UNESCO Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Film tersebut mengangkat perjuangan Raden Patrakusumah, tokoh Sultan Selacau yang disebut luput dari catatan sejarah nasional. Kini, kisah itu menjadi perhatian serius UNESCO.
“Alhamdulillah, ada surat dari UNESCO PBB,” kata Sultan Kesultanan Selacau, Rohidin SH MH MSi.
Rohidin menjelaskan, surat bernomor 077/UNESCO-CULTURE/V/2026 yang dikirim melalui surat elektronik itu berisi permintaan agar Kesultanan Selacau mengirimkan bukti-bukti sejarah, termasuk salinan film dalam bentuk Digital Video Disc (DVD), untuk diarsipkan di UNESCO.
“Kehadiran DVD ini dapat dijadikan dokumen sejarah Patrakusumah. Semoga kehadiran UNESCO menjadi pintu kebaikan bagi sejarah Tatar Sunda,” ujarnya.
Bagi Rohidin, surat dari UNESCO menjadi kebahagiaan sekaligus pengakuan internasional atas perjuangan panjang Kesultanan Selacau dalam memperkenalkan sejarah dan budaya Sunda.
BACA JUGA : Long Weekend di Tasikmalaya Dibayangi Kemacetan, Proyek Drainase Singaparna Jadi Sorotan
Ia menyebut surat yang ditandatangani Dr Michael Laurent selaku Direktur Pelestarian Cagar Budaya UNESCO itu menjadi bukti perhatian dunia terhadap sejarah Kesultanan Selacau.
“Selacau mungkin dilupakan sejarah nasional, tetapi tidak di tingkat internasional,” tegasnya.
Dalam surat tersebut, Michael Laurent menyampaikan penghargaan atas dedikasi Kesultanan Selacau dalam menjaga serta memperkenalkan sejarah dan budaya Sunda kepada masyarakat luas.
UNESCO juga meminta salinan video film dalam bentuk DVD sebagai bahan dokumentasi budaya, arsip sejarah, dan kajian edukatif internasional.
Fenomena film serial Raden Patrakusumah yang tayang melalui platform YouTube kini menjadi perhatian masyarakat Tatar Sunda. Bahkan, film itu disebut mulai menjadi bahan diskusi mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Kota Bandung.
“Alhamdulillah, respons positif terus mengalir. Kami bertekad merampungkan hingga 300 episode,” tutur Rohidin yang juga bertindak sebagai sutradara film tersebut.
Film serial sejarah itu mengangkat pesan kuat tentang hadirnya pemimpin bijak di wilayah Kesultanan Selacau, Tasikmalaya. Dalam menjalankan pemerintahan, sosok pemimpin tersebut mengutamakan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakatnya.
Selain itu, film Raden Patrakusumah juga menjadi simbol upaya mengangkat kembali sejarah berdirinya sebuah kesultanan di Tatar Sunda yang selama ini luput dari catatan sejarah. (DD)
The post Heboh! Film Raden Patrakusumah dari Tasikmalaya Masuk Arsip UNESCO PBB first appeared on Tasikmalaya Ku.














