SUKABUMI — Kebakaran truk pengangkut gas LPG 3 kilogram di Jalan Raya Nasional III Palabuhanratu, Kamis (26/3/2026), tidak hanya melumpuhkan arus lalu lintas, tetapi juga menyisakan kerugian bagi warga sekitar, salah satunya pedagang nasi goreng.
Hendra, pedagang yang biasa mangkal di Kampung Cibarengkok, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, harus merelakan gerobaknya rusak parah setelah insiden tersebut terjadi tepat di depan tempatnya berjualan.
Sore itu, sekitar pukul 17.00 WIB, Hendra seharusnya mulai bersiap untuk berjualan. Namun, rencana itu berubah ketika truk bermuatan gas melon terbakar hebat di dekat gerobaknya.
Akibat kejadian tersebut, gerobak miliknya mengalami kerusakan serius. Kaca pecah, roda rusak, dan tenda hangus terbakar. Bahkan, aliran listrik di lokasi juga terdampak.
“Roda hampir hancur semua, tempat jualan rusak, jadi tidak bisa jualan sama sekali. Kaca juga pecah semua,” ujar Hendra kepada wartawan di lokasi kejadian.
Ia memperkirakan kerugian yang dialami mencapai jutaan rupiah, terutama pada bagian roda dan peralatan dagang.
“Kalau kerugian mungkin sekitar 3 sampai 4 juta, sekarang tidak bisa jualan lagi padahal lagi ramai,” katanya.
Di tengah situasi tersebut, Hendra sempat berusaha mencari sopir truk untuk meminta pertanggungjawaban. Ia mengaku menahan emosi agar tetap bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
Upayanya membuahkan hasil setelah ia berhasil berkomunikasi dengan pihak pemilik pangkalan gas.
“Sudah komunikasi, katanya menunggu kondisi selesai dulu, tapi mereka siap bertanggung jawab,” ucapnya.
Hendra juga mengungkapkan bahwa kompor di dalam gerobak belum sempat diperiksa, sementara kerusakan lain masih didata.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.11 WIB.
“Kami menerima laporan pukul 17.11 WIB, kemudian sekitar 10 menit langsung meluncur ke lokasi,” ujarnya.
Menurutnya, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena api berasal dari gas yang mudah terbakar. Petugas akhirnya menggunakan cairan khusus untuk memadamkan api.
“Kami tidak bisa hanya menggunakan air, sehingga digunakan cairan khusus seperti bom pemadam karena yang terbakar adalah gas yang mengandung minyak,” kata Erwin.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sopir truk dilaporkan selamat, meski kendaraan yang dikemudikannya hangus terbakar dan hanya menyisakan rangka, sementara ratusan tabung gas ikut gosong.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh pelaku utama, tetapi juga masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari usaha di sekitar lokasi kejadian.














