
SUKABUMI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara terus mendorong transformasi sistem pembinaan warga binaan melalui pengembangan program ketahanan pangan berbasis pertanian dan peternakan.
Program yang dikembangkan melalui Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri itu bahkan mendapat perhatian langsung dari Kementerian Sekretariat Negara dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan pembinaan produktif milik Lapas Warungkiara.
Asisten Deputi Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Kementerian Sekretariat Negara, Iman Budiman bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Dr. Gun Gun Gunawan meninjau langsung area pertanian hingga peternakan sapi yang dikelola dalam program pembinaan warga binaan.
Kunjungan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa program pembinaan di lembaga pemasyarakatan kini tidak lagi hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga penguatan keterampilan dan produktivitas warga binaan.
Iman Budiman menilai program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Warungkiara mampu menjadi contoh pembinaan produktif yang memberikan dampak nyata.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa pembinaan di lapas bisa diarahkan menjadi kegiatan yang produktif dan bermanfaat. Tidak hanya membentuk karakter warga binaan, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA : Razia Kamar Hunian hingga Test Urine, Lapas Sukabumi Tegaskan Perang terhadap HALINAR
Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan memiliki potensi besar untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan.
Hal senada disampaikan Dr. Gun Gun Gunawan yang menegaskan bahwa transformasi pemasyarakatan saat ini harus mengedepankan pendekatan humanis dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Pembinaan kemandirian seperti pertanian dan peternakan menjadi bagian penting dalam sistem pemasyarakatan modern. Warga binaan perlu dibekali kemampuan nyata agar setelah bebas mereka bisa mandiri dan kembali diterima di tengah masyarakat,” katanya.
BACA JUGA : Lapas Warungkiara Perketat Pengawasan, Deklarasi Perang terhadap HP Ilegal dan Narkoba
Sementara itu, pihak Lapas Warungkiara terus mengembangkan SAE Berkah Mandiri sebagai pusat pembinaan produktif yang melibatkan warga binaan dalam aktivitas pertanian dan peternakan sehari-hari.
Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mengubah stigma negatif terhadap warga binaan melalui karya dan produktivitas yang dihasilkan selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan peninjauan turut dihadiri sejumlah pejabat pemasyarakatan, di antaranya Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Kepala Bapas Kelas I Bandung, serta perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat.
The post Program Ketahanan Pangan Lapas Warungkiara Dapat Perhatian Kementerian Sekretariat Negara first appeared on Sukabumi Ku.

















