
SUKABUMI – Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu memprotes dugaan pembuangan limbah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegalbuleud Buniasih, Kabupaten Sukabumi, viral dan beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang ibu menyampaikan keluhan terkait kondisi air yang disebut berbau dan bercampur minyak. Kondisi tersebut disebut membuat air di aliran sungai berubah menjadi hitam dan tercemar.
SPPG Tegalbuleud Buniasih berlokasi di Kampung Cibeureum, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Dapur SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Alfathonah itu telah beroperasi sekitar tujuh bulan.
Baca Juga: Urus Izin Tak Lagi Ribet, DPMPTSP Sukabumi Hadirkan SILAUT KIDUL Berbasis Online
SPPG tersebut diketahui menyalurkan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 2.896 porsi bagi penerima manfaat di wilayah Tegalbuleud.
Menanggapi video yang beredar, Kepala SPPG Tegalbuleud Buniasih, Asep Jindan, membantah adanya kondisi seperti yang disampaikan dalam video tersebut.
Asep mengatakan, pihaknya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tegalbuleud telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi saluran air limbah dari dapur SPPG.
Baca Juga: Sinergi Tiga Pilar Diperkuat, Polres Sukabumi Fokus Cegah Gangguan Kamtibmas
Menurutnya, hasil pengecekan tidak menemukan adanya bau maupun minyak pada air yang mengalir dari saluran pembuangan dapur.
“Bersama Forkopimcam Tegalbuleud, kami sudah mengecek air limbah yang mengalir dari dapur. Tidak adanya bau ataupun minyak,” ujar Jindan.
Ia menjelaskan, pengecekan bahkan dilakukan ketika dapur SPPG sedang melakukan aktivitas pencucian ompreng.
“Kebetulan dapur kami sedang mencuci ompreng dan hasil yang disebutkan dalam video tersebut nihil. Tidak ditemukan minyak ataupun bau,” katanya.
Terkait kondisi air sungai yang terlihat menghitam dalam video, Asep menyebut kondisi tersebut bukan berasal dari limbah dapur SPPG. Menurutnya, warna hitam pada air disebabkan oleh endapan karena aliran sungai tidak berjalan normal.
“Untuk air yang hitam di sungai itu merupakan air endapan sungai, di mana sungai tersebut tidak mengalir dikarenakan adanya bugel yang membuat air tidak mengalir ke hilir,” jelasnya.
Baca Juga: Sinergi Tiga Pilar Diperkuat, Polres Sukabumi Fokus Cegah Gangguan Kamtibmas
Asep menegaskan, pengecekan bersama Forkopimcam dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas informasi yang beredar di media sosial. Pihaknya juga memastikan aktivitas dapur SPPG tetap berjalan dalam mendukung program MBG bagi masyarakat.
Dengan adanya video yang viral tersebut, pihak SPPG berharap informasi yang berkembang dapat dilihat secara utuh berdasarkan kondisi di lapangan dan hasil pengecekan pihak terkait.
Sementara itu, persoalan dugaan pencemaran sebagaimana yang muncul dalam video masih menjadi perhatian. Untuk memastikan kondisi lingkungan secara objektif, pemeriksaan dari instansi teknis terkait dapat menjadi rujukan dalam menentukan kondisi kualitas air di sekitar lokasi.
The post Video Protes Limbah SPPG Tegalbuleud Buniasih Viral, Kepala SPPG Bantah Ada Pencemaran first appeared on Sukabumi Ku.

















