KABUPATEN CIREBON — Langkah konsolidasi Partai Perindo Kabupaten Cirebon dalam menghadapi tahapan Verifikasi Partai Politik (Verpol) mendapat apresiasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon.
Apresiasi tersebut disampaikan Anggota KPU Kabupaten Cirebon Apendi dalam kegiatan Workshop Persiapan Verifikasi Parpol dan Training of Trainer (TOT) KTA Offline Partai Perindo Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan organisasi sekaligus persiapan menghadapi tahapan kepemiluan menuju Pemilu 2029.
Apendi menilai, persiapan yang dilakukan sejak dini merupakan langkah positif. Konsolidasi struktur, penataan administrasi, serta pengelolaan data kepengurusan dan keanggotaan menjadi aspek penting dalam membangun kesiapan partai.
“Kami mengapresiasi langkah Partai Perindo Kabupaten Cirebon yang sudah melakukan persiapan lebih awal. Konsolidasi internal dan penataan administrasi penting dilakukan agar partai memiliki kesiapan ketika memasuki tahapan verifikasi,” ujar Apendi.
Menurut Apendi, kesiapan menghadapi verifikasi tidak sebaiknya baru dilakukan ketika tahapan resmi dimulai. Penataan data dan administrasi sejak awal akan membantu partai menghadapi setiap tahapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Cirebon Punya Peran Strategis
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok mengapresiasi progres konsolidasi yang dilakukan DPD Partai Perindo Kabupaten Cirebon.
Rifqi menilai Kabupaten Cirebon memiliki posisi strategis dalam peta penguatan organisasi Perindo Jawa Barat. Dengan cakupan 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan, Kabupaten Cirebon memiliki wilayah yang luas sekaligus basis pemilih yang signifikan.
“Kabupaten Cirebon memiliki peran strategis dalam peta kerja Perindo Jawa Barat. Karena itu, konsolidasi struktur, penguatan keanggotaan, dan kesiapan menghadapi verifikasi harus menjadi prioritas,” kata Rifqi.
Ia menegaskan, Verpol tidak semata-mata harus dipandang sebagai proses administratif, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun budaya organisasi yang lebih tertib dan profesional.
“Verpol harus kita jadikan momentum untuk membangun organisasi yang tertib struktur, tertib data, dan tertib administrasi. Dari sinilah kita membangun kembali kekuatan Perindo menuju 2029,” tegasnya.
40 DPC Tuntas, Perindo Cirebon Fokus Persiapan Verpol
Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Cirebon Landi Mauludin menyampaikan bahwa pembentukan struktur 40 DPC di seluruh kecamatan telah diselesaikan.
Menurut Landi, penyelesaian struktur DPC menjadi modal penting untuk melanjutkan konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah.
“Alhamdulillah, pembentukan DPC di Kabupaten Cirebon telah selesai. Ini menjadi modal penting untuk melanjutkan konsolidasi organisasi sampai ke tingkat bawah,” ujar Landi.
Setelah struktur terbentuk, fokus organisasi diarahkan pada penataan administrasi, penguatan data keanggotaan, serta kesiapan penggunaan KTA offline.
“Kami siap menghadapi verifikasi partai politik. Setelah struktur DPC terbentuk, fokus kami memastikan seluruh pengurus memahami tugasnya, data keanggotaan tertata, dan KTA offline dipersiapkan dengan baik,” katanya.
Landi menegaskan bahwa kesiapan menghadapi Verpol harus berjalan beriringan dengan penguatan organisasi di lapangan.
“Target kami bukan hanya siap menghadapi verifikasi, tetapi membangun organisasi yang solid, bekerja, dan hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dari Konsolidasi Menuju Penguatan Basis
Workshop tersebut menjadi bagian dari agenda besar Perindo Kabupaten Cirebon untuk memperkuat tiga fondasi utama organisasi, yakni konsolidasi struktur, penguatan keanggotaan, dan pembangunan basis pemilih.
Dengan selesainya pembentukan 40 DPC, pekerjaan berikutnya adalah memastikan struktur tersebut benar-benar aktif, memiliki data yang tertib, serta mampu menjalankan fungsi organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari peta kerja Perindo Kabupaten Cirebon 2026–2029 yang menempatkan konsolidasi organisasi sebagai fondasi menuju penguatan elektoral pada Pemilu 2029.
Perindo Kabupaten Cirebon kini tidak hanya menyiapkan diri menghadapi Verpol, tetapi juga membangun fondasi organisasi yang lebih kuat, tertib, dan terukur sebagai bagian dari agenda menuju pertarungan politik 2029.

















