JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mengajak lebih dari 10 ribu nasabah perempuan untuk ikut menjaga lingkungan dengan membagikan bibit pohon secara serentak pada Selasa (22/4/2026).
Program ini merupakan bagian dari kampanye Kartini Cerdas, Bumi Lestari dalam rangka memperingati Hari Konsumen, Hari Kartini, dan Hari Bumi yang berlangsung pada 20–22 April.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, turun langsung menyapa nasabah di Denpasar, Bali. Ia menegaskan bahwa peran perempuan sangat penting, tidak hanya dalam ekonomi tetapi juga dalam keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin terus mendorong perempuan Indonesia maju dan berdaya secara ekonomi,” ujarnya.
Setiap 10 nasabah perempuan pertama yang datang ke kantor cabang mendapatkan satu bibit pohon untuk ditanam di rumah. Dengan total 1.130 cabang, BSI membagikan sekitar 10 ribu pohon di seluruh Indonesia.
Selain aksi lingkungan, BSI juga memperkuat komitmen pada pemberdayaan perempuan. Saat ini, 41 persen pegawai BSI adalah perempuan, sementara 47 persen nasabah UMKM berasal dari kalangan perempuan.
BSI juga aktif menjalankan program pembinaan, mulai dari nelayan di Sulawesi Selatan hingga pengrajin batik di Jawa Tengah.
Dalam aspek keberlanjutan, BSI mengimplementasikan prinsip ESG melalui tiga pilar utama: sustainable banking, sustainable operation, dan beyond banking. Hingga Desember 2025, pembiayaan berbasis sustainability mencapai Rp73,2 triliun, dengan Rp15,66 triliun di antaranya untuk sektor hijau.
Anggoro menegaskan, transformasi BSI tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.
“BSI akan terus bertransformasi menjadi bank syariah dengan kinerja unggul, tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas,” katanya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, BSI optimistis dapat mendorong ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Momentum Hari Bumi juga dimanfaatkan untuk mengajak nasabah lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus menjadi konsumen yang cerdas di era digital. (*)















