‎Dapur dan Kamar Roboh Akibat Longsor, Yanuarsih Akhirnya Dikunjungi Dewan Azwar Anas ‎ 

 

‎Bogorku.id — DRAMAGA — Selama bertahun-tahun, Yanuarsih, warga Kampung Cikarawang, RT 01/06, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, selalu diliputi kecemasan setiap kali langit mulai mendung.

Dapur dan kamar rumahnya roboh tertimbun tanah longsor dari TPT, membuatnya hidup dalam kekhawatiran terus-menerus.

Kini, angin segar mulai terasa. Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil IV, Azwar Anas, berkunjung langsung melihat kondisinya dan berjanji akan memperjuangkan penanganannya.

‎Longsor pertama terjadi sekitar enam tahun lalu. Saat itu Yanuarsih sempat mendapat bantuan dan memperbaiki rumah seadanya. Namun longsor kembali terjadi, kali ini lebih parah dapur, kamar, dan kamar mandi rusak total.

‎

‎”Kamar mandi tidak bisa digunakan. Kalau mau BAB terpaksa ke tetangga. Kalau hujan turun, kamar dan dapur kebanjiran,” keluh Yanuarsih.

‎

‎Ia tinggal bersama anak bungsunya di bangunan yang dibangun sejak tahun 1983. Saat hujan deras, air masuk membanjiri ruangan. Berbagai laporan sudah ia sampaikan ke RT, RW, dan Desa.

‎

Bantuan berupa hebel dan semen dari Kepala Desa serta terpal dari Dinsos memang diterima, namun kerusakannya terlalu besar membutuhkan rehab rumah yang menyeluruh.

‎Kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Bogor Azwar Anas menjadi titik terang bagi Yanuarsih.

‎”Saya sangat bersyukur bisa dikunjungi Pak Dewan Azwar Anas. Selain masih muda, dirinya sangat peduli akan keluhan masyarakat kecil seperti saya ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

‎

‎Harapannya sederhana: rumah yang kokoh, tempat yang kering, dan tidur nyenyak tanpa was-was lagi saat hujan turun.

‎Data Harus Akurat, Bantuan Tepat Sasaran‎

‎Setelah meninjau lokasi secara langsung, Azwar Anas menegaskan pentingnya pemetaan ulang yang akurat.

‎”Saya melihat langsung kondisi kamar rusak, kamar mandi rusak yang diakibatkan pergerakan tanah. Setelah kita cek, kita akan coba perjuangkan lewat dinas terkait.”ujarnya

‎

‎Ia menyoroti persoalan mendasar: seringkali data di sistem berbeda dengan kenyataan di lapangan.

‎

‎”Seringkali data menyebutkan Desil 1–4, tapi kenyataannya di lapangan berbeda. Dinas Pemukiman harus turun survei langsung. Rumah yang membahayakan keselamatan warga harus didahulukan,” tegas politisi Fraksi Nasdem ini.

 

‎Azwar Anas menjelaskan bahwa penanganan RTLH memerlukan kolaborasi semua pihak — perangkat wilayah, Pemdes, dan pemangku kebijakan. Tahun ini, dengan alokasi 50 unit bantuan Rutilahu per anggota dewan di 24 dapil Kabupaten Bogor, diharapkan bantuan dapat tersalurkan lebih merata dan mengurangi angka rumah tidak layak huni secara signifikan.

‎

The post ‎Dapur dan Kamar Roboh Akibat Longsor, Yanuarsih Akhirnya Dikunjungi Dewan Azwar Anas ‎  first appeared on Bogor Ku.

Pos terkait