
SUKABUMI – Pencak silat tidak hanya berbicara soal pertandingan dan perebutan juara. Di balik gerakan dan jurus yang dipertontonkan, terdapat seni, budaya, pembentukan mental, hingga peluang memperkenalkan identitas Indonesia ke tingkat yang lebih luas.
Semangat itulah yang mengemuka dalam Festival Pencak Silat Pantai Minajaya Cup I. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pesilat muda untuk tidak hanya mengasah kemampuan bertanding, tetapi juga mengenal pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya.
Eko mengatakan pembinaan generasi muda melalui pencak silat perlu dilakukan secara menyeluruh. Kemampuan olahraga harus berjalan beriringan dengan pembentukan mental, spiritual, seni dan kecintaan terhadap budaya.
“Ini harus berjalan beriringan,” tuturnya, Sabtu (26/9/2026).
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Sukabumi Minggu 27 September 2026, Waspadai Hujan Singkat
Menurut Eko, justru unsur seni dan budaya dalam pencak silat memiliki peluang besar untuk diperkenalkan kepada masyarakat internasional. Pencak silat, kata dia, tidak harus selalu dipandang dari sisi olahraga prestasi.
“Yang disukai oleh luar negeri itu kadang bukan olahraganya, tetapi seni dan budayanya,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong para pesilat dan generasi muda untuk terus berlatih dengan tekun. Kesempatan tampil di panggung nasional maupun internasional dapat terbuka apabila kemampuan olahraga dan seni pencak silat terus dikembangkan.
“Suatu saat ketika ada kesempatan di tingkat nasional maupun luar negeri, bisa saja tampil dalam event seperti ASEAN Games, SEA Games ataupun Olimpiade,” katanya.
Lebih dari sekadar tempat berlatih, organisasi pencak silat juga dinilai dapat menjadi ruang bagi siapa pun untuk mengembangkan potensi tanpa melihat latar belakang.
“Pencak silat dengan semua sumber daya dan kompetensi kita masing-masing tidak mengenal pangkat, jabatan maupun latar belakang. Karena di sini kita satu organisasi yang dapat berkreasi dengan bebas untuk Indonesia,” pungkasnya.
Minajaya Jadi Titik Temu Olahraga dan Budaya
Festival tersebut mendapat apresiasi dari Camat Surade Usep Supelita. Menurutnya, keberadaan Festival Pencak Silat Pantai Minajaya Cup I memberikan warna tersendiri karena mempertemukan olahraga, kebudayaan dan potensi kawasan pesisir.
“Kami mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, mulai dari IPSI, para paguron, panitia, pemerintah daerah, masyarakat serta seluruh peserta,” kata Usep.
Baca Juga: Regenerasi Tinju di Kota Sukabumi, Babak Baru PERTINA dan Misi Mencetak Atlet Berprestasi
Usep berharap festival perdana tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar sehingga tersedia ruang bagi generasi muda untuk berlatih, berprestasi sekaligus mengenal akar budaya pencak silat.
Hal senada disampaikan Ketua IPSI Kecamatan Surade sekaligus Ketua Panitia Festival, H. Rimbayana.
Menurutnya, festival bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Pertemuan antarpaguron menjadi bagian penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap pencak silat.
“Kami selaku panitia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, IPSI Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Surade, para paguron, tokoh persilatan, para peserta dan seluruh masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Rimbayana berharap Festival Pencak Silat Pantai Minajaya dapat berkembang menjadi agenda berkelanjutan.
Ia juga berharap dari kegiatan tersebut muncul pesilat-pesilat muda yang tidak hanya memiliki kemampuan bertanding, tetapi juga memahami nilai-nilai yang melekat dalam pencak silat.
“Mudah-mudahan dari kegiatan ini lahir atlet-atlet berprestasi sekaligus generasi muda yang mencintai, menjaga dan melestarikan seni budaya pencak silat,” pungkasnya.
Festival Pencak Silat Pantai Minajaya Cup I pun membawa pesan yang lebih luas dari sekadar pertandingan. Dari kawasan pesisir Minajaya, pencak silat ditempatkan sebagai ruang pembinaan generasi muda sekaligus jalan untuk menjaga budaya tetap hidup dan membuka peluang agar seni tradisi Indonesia dikenal lebih jauh.
The post Dari Pesisir Minajaya, Pencak Silat Tak Sekadar Adu Jurus: Ada Misi Menjaga Budaya dan Menyiapkan Generasi Muda first appeared on Sukabumi Ku.

















